Showing posts with label Fenomena Alam. Show all posts
Showing posts with label Fenomena Alam. Show all posts

Tahun 2300, Bumi Terlalu Panas bagi Manusia

Posted by Blogger Koetai Tuesday, 21 December 2010 0 comments
Kondisi itu memang masih lama. Namun sangat bodoh jika kita mengabaikan pemanasan global.
Suhu planet Bumi terus menunjukkan tren kenaikan. Jika kenaikan sudah terlalu banyak, sebagian besar populasi manusia yang tersebar saat ini harus berpindah tempat tinggal atau mengandalkan air conditioner untuk menghindari kematian.

“Saat ini, kita punya air conditioning untuk kenyamanan. Namun jika kondisi terus seperti ini, air conditioning nantinya berfungsi untuk menyelamatkan nyawa manusia,” kata Steven Sherwood, ketua tim peneliti asal University of New South Wales di Sydney, seperti dikutip dari Discovery News, 15 Desember 2010.

Kondisi itu, kata Sherwood, memang tidak akan terjadi dalam waktu dekat. “Akan tetapi, mengabaikan potensi pemanasan global seperti yang saat ini terjadi merupakan tindakan bodoh,” ucapnya.

Sherwood menyebutkan, manusia tidak dapat bertahan hidup jika suhu kulit  melampaui 35 derajat Celcius dalam jangka waktu beberapa jam nonstop. Meski banyak orang yang tinggal dan bahkan bekerja di lingkungan bersuhu di atas 45 derajat Celcius atau lebih, keringat membuat kulit mereka tetap dingin. Syaratnya, cuaca tidak terlalu lembab.

Secara teknis, manusia bisa bertahan hidup jika wet-bulb temperature di bawah 35 derajat Celcius. Sebagai informasi, wet-bulb temperature adalah temperatur yang tercatat dari termometer yang diselimuti pakaian basah dan mendapatkan ventilasi yang baik.

“Batas wet-bulb pada dasarnya merupakan titik di mana seseorang akan mengalami overheat bahkan jika mereka dalam kondisi telanjang di bawah bayangan, dalam kondisi basah, dan berdiri di depan kipas angin besar,” kata Sherwodd.

Saat ini, kata Sherwood, tidak ada satu tempat pun di Bumi yang memiliki temperatur wet-bulb lebih dari 30 derajat Celcius. Akan tetapi, jika terjadi kenaikan suhu global mencapai 11 derajat, maka akan ada banyak kawasan di Bumi yang akan memiliki temperatur wet-bulb lebih dari 35 derajat Celcius pada periode tertentu sepanjang tahun.

Menurut pemodelan iklim yang digunakan oleh tim peneliti, kawasan tersebut antara lain adalah kawasan timur Amerika Serikat, seluruh sub kontinen India, sebagian besar Australia, dan sebagian China.

Jika kondisi seperti saat ini terus berlangsung, diperkirakan, suhu bumi akan naik antara 4 sampai 7 derajat Celcius di tahun 2100 mendatang. Dan jika tren pemanasan global tidak berubah, tahun 2300 mendatang, Bumi akan terlalu panas. Tidak hanya bagi manusia, tetapi juga bagi seluruh mamalia lain termasuk hewan.

Kondisi suhu panas sebenarnya pernah dialami Bumi sekitar 55 juta tahun yang lalu. Ketika itu, sebagian besar mamalia musnah dan hanya beberapa spesies dinosaurus saja yang berhasil bertahan hidup.


Baca Selengkapnya ....

Manfaat di Balik Gempa Bumi

Posted by Blogger Koetai 0 comments
Gempa yang memicu tsunami, longsor, dan aktivitas volkanik ternyata punya sisi positif.
Gempa bumi, atau istilah lainnya adalah quake, tremor, atau temblor merupakan fenomena pelepasan secara tiba-tiba energi yang ada di kerak bumi yang mengakibatkan gelombang seismik yang skalanya diukur dengan seismograf. Semakin tinggi magnitudonya, semakin parah guncangan akibat pergeseran kerak bumi itu.



Di permukaan bumi, gempa muncul dengan wujud guncangan dan terkadang menggeser tanah. Jika pusat gempa terjadi di lepas pantai, dasar laut kadang mengalami pergeseran yang cukup besar yang dapat menyebabkan tsunami. Guncangan gempa juga bisa memicu tanah longsor dan kadang menghidupkan kembali aktivitas gunung volkanik.

Meski demikian, gempa bumi bukanlah fenomena yang mengerikan saja. Ternyata, menurut Hugh Ross, astrofisikawan asal Royal Astronomical Society, Montreal, Kanada, ada manfaat lain yang ditimbulkan oleh gempa bumi.

“Apakah kita membutuhkan gempa bumi? Jawabannya adalah, Ya,” kata Ross, seperti dikutip dari CosmicFingerprints, 17 Desember 2010. “Tanpa adanya gempa bumi atau aktivitas lempeng tektonik, nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh kehidupan di atas tanah akan terkikis dari benua dan terkumpul di samudera,” kata Ross.

Setelah beberapa waktu tanpa gempa bumi, kata Ross, kehidupan akan semakin sulit di daratan, meski kehidupan di lautan masih berjalan dengan normal.

“Berkat aktivitas gempa bumi, nutrisi dan mineral-mineral lain yang terkandung di samudera bisa didaur ulang ke permukaan benua,” kata Ross. “Kita dapat melihat dengan jelas jumlah dan intensitas gempa yang terjadi yang dapat menjaga siklus daur ulang itu. Akan tetapi, bagi kita yang tinggal di perkotaan, dampaknya tidak terlalu terasa,” ucapnya.


Baca Selengkapnya ....

Longsor lebih berbahaya ketimbang gempa

Posted by Blogger Koetai Wednesday, 8 September 2010 0 comments

Gempa Jogja menjelang taraweh kemarin cukup mengagetkan. Sebenarnya juga gempa-gempa lain selalu mengagetkan. Dan seperti biasa, selalu “membangunkan” pikiran utk melakukan sesuatu.
Berita gempa jogja masih terus bergoyang. Alhamdulillah tidak ada korban meninggal. Sedangkan berita longsoran di Bogor ini telah menewaskan 3 orang dalam satu keluarga, namun sayangnya hal ini sepertinya kurang mendapat bagian perhatian yang proporsinal dalam benak kita (termasuk saya). 


Beberapa hari lalu saya ngobrol soal bencana ini utk segera ditangani. Namun saya tepikir mana yg mestinya diprioritaskan ?. Yang lebih mengagetkan atau yang lebih membayakan ?

  “Pakdhe, lah kalau sakit jantungan, kan kaget saja sudah berbahaya to Pakdhe ?”

Tinjauan Statistik

Banjir lebih sering terjadi dan menelan korban serta kerugian.
Sedangkan gempa ini terutama data sewaktu tsunami Aceh
tahun 2004.
Secara statistik bencana di Indonesia yg banyak menelan korban dan merugikan adalah banjir dan longsor. Kebencanaan tidak pernah sendirian. Tanah longsor dan banjir sering bersamaan dan dipicu oleh hujan. Sedangkan gempa tsunami merupakan bencana yg selalu akan “mengagetkan” karena tidak dapat (lebih susah) diramalkan.
Banjir (dan longsor) sebenernya lebih mudah diramalkan dan dihindari namun kenyataannya paling banyak menelan korban dan kerugian di Jawa Barat.
Ini hanya melihat statistiknya BNPB. Kalau statistik utk seluruh Indonesia hampir selalu terdistorsi data gempa 2004 merusak statistik karena adanya “spike” anomali data.



Statistik dunia jug amengatakan hydro-meteorologis paling banyak terjadi.

Saya sendiri lebih cenderung utk memprioritakan riset mencegah banjir-longsor. Ketimbang studi riset kegempaan yg memiliki karakteristik “lower predictability“, lebih susah diprediksi.
Ini hanya melihat statistik BNPB sepintas dan perlu dikaji ulang data statistik kebencanaan. Sebelum mempioritaskan riset apa yg diperlukan. Supaya tidak memutuskan riset gempa sekedar “kaget” karena digoyang gempa yg selalu mendadak.
Jadi semestinya penyebaran informasi, berita, serta perhatian longsoran serta banjir harusnya lebih banyak lagi supaya mendapatkan perhatian dan mengurangi korban dan kerugian.



Baca Selengkapnya ....

Matahari kembar : Fenomena optis atmosfer bumi

Posted by Blogger Koetai 0 comments


Berita menghebohkan di munculnya matahari kembar banyak dibicarakan. Fenomena ini bukan pertanda bencana atau pertanda buruk lainnya. Tapi ini fenomena alam yang tentusaja harus dijelaskan dengan sains.
Salah satu fenomena optis atmosfer yang sering kita lihat adalah PeLANgI, ya pelangi merupakan salah satu fenomena optis atmosfer yang paling umum terjadi di Indonesia.




Bagaimana dengan matahari kembar ?

Ini di North Dakota, US
Mirip seperti pelangi yang terjadi akibat titik-titik air hujan, munculnya kembaran matahari ini disebut SunDog (Anjing penjaga matahari). Gejala  ini terjadi akibat adanya titik-titik es di atmosfer yang  membiaskan cahaya matahari dan kemudian karena proses pelengkungan terjadi seperti pengumpulan (focusing).
Gejala SunDog ini juga disebut Halo Matahari. Mirip seperti Halo dari Bulan.
Sundog ini akan terlihat ketika posisi matahari berada sekitar 2 derajat dari si pengamat. Jadi kalau di Indonesia semestinya akan terlihat pada saat matahari terbit atau matahari tenggelam. Namun sayangnya saat itu seringkali lebih banyak tertutup oleh awan atau embun.


Fase terbentuknya SunDog
Tahap demi tahap dari munculnya SunDog ini dapat dilihat disebelah kiri ini. Pada awalnya seberkas cahaya yang agak pudar terlihat dibagian atas ketika matahari berada pada sudut tinggi.
Kemudian ketika matahari berada pada sudut rendah seberkas cahaya tadi semakin terfocus dan menjadi lebih terang cahayanya.
Dan akhirnya cahaya ini terlihat mirip seperti kembaran si matahari yang berada di kiri kanan matahari ketika posisi matahari berada 2 derajat diatas horizon.

Cahaya matahari yang terbias oleh kristal es

Dari Wiki dijelaskan bahwa  Halo adalah cincin cahaya yang berada disekitar bulan atau matahari. Cincin ini kan terbentuk mengitari bulan atau matahari. Halo (ἅλως; disebut juga nimbus, icebow, atau Gloriole) adalah fenomena optikal berupa lingkaran cahaya di sekitar Matahari dan Bulan, dan terkadang pada sumber cahaya lain seperti lampu penerangan jalan. Ada berbagai macam halo, tapi umumnya halo muncul disebabkan oleh kristal es pada awan cirrus yang dingin yang berada 5–10 km diatas troposfer. Bentuk dan lokasi kristal es menentukan tipe halo apa yang akan terlihat. Cahaya yang dipantulkan pada kristal es dapat terpecah menjadi lebih dari satu warna, sama seperi pada pelangi.



Ketika matahari sudah lebih 22 derajat hanya gejala halo yg terlihat
Gambar disebelah memperlihatkan bagaimana sinar matahari dibiaskan oleh titik=titik kristal es di atmosfer. Anjing Penjaga Matahari (Sundog) ini terlihat dua disebelah kiri dan kanan dari matahari yang asli. Namun tentusaja sebenarnya mataharinya ya tetep saja satu. Hanya karena biasan dari cahaya halo ini terkumpul di dua titik yang menyebabkan dua titik yang sangat terang mirip seperti cahaya matahari aslinya.
Fenomena-fenomena optis atmosfer cukup banyak selain Pelangi, Halo dan Sun dog. Masih ada juga glories, Aurora, corona dll.


Dibawah ini beberapa kenampakan halo dan Sun Dog.
  
   
   
  “Oooh, jadi ngga ada mistiknya Pakdhe ? Wah ngga seru doonk !”
  “Ya kalau ini dianggap keajaiban Illahi ya boleh deh. Tapi segalanya menjadi wajar ketika sains menjelaskan, Thole”

Dikumpulkan dari berbagai sumber. Wiki, http://www.atoptics.co.uk/, dongeng Geologi, dll.

Baca Selengkapnya ....

Sinabung dipicu oleh curah hujan.

Posted by Blogger Koetai 0 comments

Laporan dari Vulkanologi Survei Indonesia menyebutkan bahwa adanya kemungkinan meletusnya Gunung Sinabung akibat curah hujan yang tinggi di daerah ini. Curah hujan dan cuaca ekstrim sering menjadi pemicu bencana akhir-akhir ini.

Memang saat ini kita perlu waspada dengan cuaca ekstrim yang mempengruhi perilaku fenomena-fenomena alam alainnya. Banjir serta longsoran mudah sekali dikenali akibat curah hujan ekstrim. Nah kali ini kita melihat bahwa curah hujanpun dapat memicu letusan.

  “Waduh pakdhe, Memang segalanya berasal dari Yang Di Atas ya ?”

Pemikiran ini didasarkan pada tidak dijumpai aktifitas magma sebelumnya. Salah satu gejala aktifitas magma adalah gempa-gempa volkanik sebelum terjadinya letusan. Lihat gejala aktifitas magma di Gunung Kelud disini : “Memonitor polah tingkah Gunung Kelud yg sedang kritis“
Bagaimana terjadinya ?
Hujan sebagai pemicu


Curah hujan yang sangat tinggi akan menyebabkan presipitasi air hujan kedalam tanah meningkat tajam. Air dapat masuk secara cepat terutama apabila ada rekahan-rekahan.

  “Pakdhe, kalau hujan kan sejak dulu sudah ada. Kenapa Sinabung baru meletus sekarang?”:
D “Mungkin saja curah hujan kali ini sangat tinggi, Thole”.

Juga mungkin gempa-gempa akhir-akhir ini merekahkan dinding-dinding kepundan, shingga kali ini air masuk cukup banyak secara cepat dalam waktu cepat”.Air tanah yang masuk mendekati cerobong magma akan terpanaskan.



Ketika air masuk dan mendekati cerobong magma, tentusaja air ini akan terpanaskan dengan cepat. Air ini akan berubah menjadi uap air (steam) yang memiliki tekanan cukup besar.
Mirip seperti mesin uap yang menggerakkan kereta api uap, tenaga ini menjadi tenaga utama dalam letusan awal G Sinabung.



Tentu saja ketika terjadi letusan ini ikutan terlempar lava panas yang terlihat seperti batu membara dimalam hari.
Karena letusan ini melemparkan segala material termasuk debu-debu volkanik ini yang menyebabkan hujan abu.
Letusan Sinabung ini diperkirakan membentuk kubah lava baru.
Pada letusan ini juga membentuk erupsi ke samping seperti terlihat dibawah ini :


Dua Erupsi yang satu menyamping (Reuter)


Erupsi yang menyamping ini menunjukkan adanya zona lemah dimana menjadi tempat menyemburnya steam (uap panas). Salah satu kemungkinan cerobongnya tersumbat sehingga mencari rekahan kesamping.
Menurut Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono, akibat letusan kedua terbentuk kubah baru di puncak Sinabung.Kubah baru ini dibentuk oleh magma yang membeku. Pembentukan kubah baru ini diharapkan bisa mengakibatkan penurunan aktivitas vulkanik Sinabung. Namun, PVMBG masih memerlukan sejumlah data untuk bisa menyimpulkan adanya penurunan aktivitas Sinabung.

  “Wah semoga saja bener kubah ini menurunkan aktifitas letusan, Pakdhe”

Memang menurut Pak Igan salah satu staf VSI, kalau lava sudah keluar biasanya letusan eksplosif akan terhenti dan erupsinya berupa efusif menjelang pendinginan. Informasi selanjutnya ternyata yang menyala di lereng tersebut adalah endapan lontaran batu pijar, nah kalau itu bukan leleran lava, maka letusan akan berlanjut sampai pasokan gas habis sehingga lava keluar atau menyumbat konduit baru letusan akan terhenti.
Sekarang tinggal keberanian tim lapangan untuk membuktikan apakah lava sudah keluar atau belum, ini perlu pengamatan lebih dekat tentunya perlu perhitungan dengan melihat dari tempat yang aman.


Perlu diteliti untuk gunungapi tipe B lainnya

Tentusaja perlu diselidiki lebih lanjut.  Apakah dugaan curah hujan sebagai pemicu ini benar. Karena implikasinya tentu menjadi sangat penting untuk kembali meneliti ulang gunung-gunung api tipe B.


Sumber info : Dongeng Geologi,  VSI www.vsi.esdm.go.id/ dan media lain.

Baca Selengkapnya ....