Showing posts with label Otomotif. Show all posts
Showing posts with label Otomotif. Show all posts

Alat Pengangkat (CRANE)

Posted by Blogger Koetai Friday, 5 March 2010 0 comments
Alat pengangkat yang biasa digunakan didalam proyek konstruksi adalah crane. Cara kerja crane adalah dengan mengangkat material yang akan dipindahkan, memindahkan secara horizontal, kemudian menurunkan material ditempat yang diinginkan. Beberapa tipe crane yang umum dipakai adalah:



1. Crane Beroda Crawler
 
 
Tipe ini mempunyai bagian atas yang dapat bergerak 3600. dengan roda crawler maka crane tipe ini dapat bergerak didalam lokasi proyek saat melakukan pekerjaannya. Pada saat crane akan digunakan diproyek lain maka crane diangkut dengan menggunakan lowbed trailer. Pengangkutan ini dilakukan dengan membongkar boom menjadi beberapa bagian untuk mempermudah pelaksanaan pengangkutan.


2. Truck Crane
 
Crane jenis ini dapat berpindah tempat dari satu proyek ke proyek lainnya tanpa bantuan dari alat pengangkutan. Akan tetapi bagian dari crane tetap harus dibongkar untuk mempermudah perpindahan. Seperti halnya crawler crane, truck crane ini dapat berputar 360 derajat. untuk menjaga keseimbangan alat, truck crane memiliki kaki. Di dalam pengoperasiannya kaki tersebut harus dipasangkan dan roda diangkat dari tanah sehingga keselamatan pengoperasian dengan boom yang panjang akan terjaga.


 3. Crane untuk Lokasi Terbatas

Crane tipe ini diletakan di atas dua buah as tempat kedua as ban bergerak secara simultan. Dengan kelebihan ini maka crane jenis ini dapat bergerak dengan leluasa. Alat penggerak crane jenis ini adalah roda yang sangat besar yang dapat meningkatkan kemampuan alat dalam bergerak dilapangan dan dapat bergerak di jalan raya dengan kecepatan maksimum 30 mph. Letak ruang operator crane biasanya pada bagian-bagian deck yang dapat berputar.


4. Tower Crane
 
Tower crane merupakan alat yang digunakan untuk mengangkat material secara vertical dan horizontal kesuatu tempat yang tinggi pada ruang gerak yang terbatas. Tipe crane ini dibagi berdasarkan cara crane tersebut berdiri yaitu crane yang dapat berdiri bebas (free standing crane), crane diatas rel (rail mounted crane), crane yang ditambatkan pada bangunan (tied-in tower crane) dan crane panjat (climbing crane).


a. Bagian Crane
Bagian dari crane adalah mast atau tiang utama,, jib dan counter jib, counterweight, trolley dan tie ropes. Mast merupakan tiang vertical yang berdiri di atas base atau dasar. Jib merupakan tiang horizontal yang panjangnya ditentukan berdasarkan jangkauan yang diinginkan.

b. Kriterian pemilihan Tower Crane
Pemilihan tower crane sebagai alat untuk memindahkan material didasarkan pada kondisi lapangan yang tidak luas, ketinggian yang tidak terjangkau oleh alat lain. Dan tidak dibutuhkanya pergerakan alat. Pemilihan jenis tower crane yang akan dipakai harus mempertimbangkan situasi proyek, bentuk struktur bangunan, kemudahan operasiaonal baik pada saat pemasangan maupun pada saat pembongkaran.
Sedangkan pemilihan kapasitas tower crane berdasarkan berat, dimensi, dan daya jangkau pada beban terberat, ketinggian maksimum alat, perakitan alat diproyek, berat alat yang harus ditahan oleh strukturnya, ruang yang tersedia untuk alat, luas area yang harus dijangkau alat dan kecepatan alat untuk memindahkan material.

c. Kapasitas Tower Crane

Kapsitas tower crane tergantung beberapa factor. Yang perlu diperhatikan adalah bahwa jika material yang diangkut oleh crane melebihi kapasitasnya maka akan terjadi jungkir. Oleh karena itu, berat material yang diangkut sebaiknya sebagai berikut :
1). Untuk mesin beroda crawler adalah 75% dari kapasitas alat
2). Untuk mesin beroda ban karet adalah 85% dari kapasitas alat
3). Untuk mesin yang memilliki kaki adalah 85% dari kapasitas alat
Factor luar yang harus diperhatikan dalam menentukan kapasitas alat adalah
1). Kekuatan angina terhadapa alat
2). Ayunan beban pada saat dipindahkan
3). Kecepatan pemindahan material
4). Pengereman mesin dalam pergerakannya



Baca Selengkapnya ....

Bagaimana Mesin Diesel Bekerja...?

Posted by Blogger Koetai Thursday, 28 January 2010 0 comments
KENDARAAN yang melaju di jalanan pada umumnya terbagi menjadi dua bagian besar, yaitu yang berbahan bakar BENSIN, dan berbahan bakar SOLAR. Sebenarnya apa sih perbedaan keduanya yang paling mendasar? Lalu bagaimana persisnya cara kerja mesin DIESEL yang berbahan bakar SOLAR tadi?

Perbedaan mendasar dari kedua jenis mesin itu adalah, kalau mesin BENSIN atau disebut juga mesin Otto (motor ledak), di dalam ”ruang mesin” nya terdapat lecutan listrik/api dari BUSI untuk ”menyalakan” campuran bensin dan udara (oksigen). Sementara pada mesin Diesel, tidak diperlukan nyala listrik/api dari busi. Koq bisa sama-sama meledak ya?
Dalam hukum Fisika Thermodinamika (coba tanyakan pada guru kamu di sekolah deh), terdapat salah satu hukum yang menyatakan : ”jika volume di kecilkan (di kompresi / di mampatkan) tekanan udara akan bertambah disertai dengan bertambahnya Temperatur”. Sebagai ilustrasi, barangkali kamu yang pernah menggunakan pompa ban sepeda, saat digunakan batang pompa nya akan menjadi panas, mengapa? Ya karena udara yang di mampatkan pada saat kamu memompa ban membuat tekanan udara menjadi tinggi dan juga suhu nya.




Pada mesin Diesel, dibuat ”ruangan” sedemikian rupa sehigga pada ruang itu akan terjadi peningkatan suhu hingga mencapai ”titik nyala” yang sanggup ”membakar” minyak bahan bakar. Pemampatan yang biasanya digunakan hingga mencapai kondisi ”terbakar” itu biasanya 18 hingga 25 kali dari volume ruangan normal. Sementara suhunya bisa naik mencapai 500 oC (bayangkan ! minyak solar saja dapat ”meledak” pada suhu 250 oC saja)
Cara kerjanya mudah, minyak solar yang sudah dicampur udara (seperti yang keluar dari semprotan obat nyamuk) disemprotkan ke dalam ruangan yang telah ”mampat” dan bersuhu tinggi, sehingga dapat langsung membuat ”kabut solar” tadi meledak dan mendorong ”piston” yang kemudian akan menggerakkan poros-poros roda, singkatnya menjadi TENAGA. Kejadian ini berulang-ulang dan tenaga yang muncul pun dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan mobil, generator listrik, dan sebagainya.
Nah secara sederhana begitulah cara kerja mesin Diesel. Pembuat mesin diesel yang lebih maju tentu menambah di sana sini untuk memberi peningkatan kinerja dan tenaga. Walau cara kerjanya menjadi lebih rumit, tapi dasarnya tetap tidak berubah.

Baca Selengkapnya ....

Cara Kerja Motor Bakar Bensin 4 Langkah

Posted by Blogger Koetai 0 comments

Motor Bakar bensin 4 tak pertama kali didemonstrasikan oleh  Nikolaus Otto pada tahun1876, oleh sebab itu dikenal sebagai siklus Otto (Otto cycle).
Keempat langkah pada motor empat langkah adalah langkah masuk, langkah kompresi, langlah tenaga dan langkah buang. Masing masing langkah terjadi pada satu langkah penuh dari piston, oleh sebab itu satu suklus lengkap memerlukan dua kali putaran poros engkol. 

Langkah Masuk (Intake). Pada langkah ini piston bergerak dari atas ke bawah sekaligus menghisap campuran udara dan bahan bakar melalui lubang pemasukan. Pada saat ini katup masuk terbuka dan katup buang dalam keadaan tertutup.

Langkah Tekan (Compression). Pada langkah ini piston bergerak dari bawah ke atas menekan campuran bahan bakar dan udara yang menyebabkan peningkatan suhu dan tekanannya. Pada saai ini kedua katup dalam keadaan tertutup.

Langkah Tenaga (Power). Pada saat piston mencapai titik mati atas maka busi menyala dan menyundut campuran bahan dan udara yang sudah bertekanan dan bersuhu tinggi  sehingga terjadi pembakaran (ledakan). Energi dari ledakan ini kemudian mendorong piston ke bawah. Pada saai ini kedua katup dalamkeadaan tertutup.

Langkah Buang (Exhaust). Pada langkah ini piston bergerak dari bawah ke atas dan mendorong sisa hasil pembakaran ke luar melalui lubang pengeluaran. Pada saat ini katup buang terbuka dan katup masuk dalam keadaan tertutup.

Baca Selengkapnya ....

Busi

Posted by Blogger Koetai 0 comments


komponen atau bagian yang terlibat dalam sistem pengapian ialah busi, koil, distributor, platina, dan, kondensor. apabila terjadi gangguan pada sistem pengapian maka penyebabnya dicari pada bagian-bagian tersebut.

jika busi tidak memberikan percikan api:
a) apakah tidak ada arus tegangan tinggi
b) apakah bagian dalam atau bagian luar penyekat busi basah atau kotor kena pelumas
c) apakah penyekatnya rusak
d) apakah penyekat luarnya basah kehujanan atau karena diletakkan pada tempat yang lembab
e) apakah penyekat kabel rusak
f) apakah pembagi arus toidak bekerja
g) apakah tutup pembagi rusak
h) apakah pegas rotor patah
i) apakah pembagi arus lembab

sebelum memasang businya, buanglah endapan karbonnya dan aturlah celah elektrodanya antara 0,6-0,9 mm. apabila businya kotor atau ada endapan-endapan karbon maka bersihkanlah dengan mempergunakan sikat kawat/alat pembersih busi


Jenis busi ini pada umumnya di rancang menurut keadaan panas dan temperatur di dalam ruang bakar mesin, secara garis
besar busi dibagi dalam jenis busi dingin dan busi panas.Busi dingin adalah busi yangmenyerap serta membuang/melepaskan panas dengan cepat
sekali, jenis ini biasanya digunakan untuk mesin yang temperatur dalam ruang bakarnya tinggi.

Busi panas adalah busi yang menyerap serta membuang/melepaskan panas dengan lambut, jenis ini hanya dipakai untuk mesin yang
temperatur dalam ruang bakarnya rendah, diantara kedua jenis busi ini terdapat satu jenis lagi yaitu jenis busi sedang (medium type).

busi menunjukkan kondisi pengoperasian dari mesin dan oleh karena itu harus diperiksa sebagai berikut:


1) normal
bila bensin tanpa timbal yang dipakai, isolator memperlihatkan warna abu-abu atau keputih-putihan tetapi bila dipakai bensin yang diberi timbal, isolator memperlihatkan warna coklat muda.


2) kehitam-hitaman
isolator atau elektroda dilapisi karbon kering, kemungkinan sebabnya adalah range panas yang tidak tepat, campuran yang terlalu kaya, elemen saringan udara yang tersumbat,
timing pengapian yang terlambat, periksalah elemen saringan udara, timing pengapian dan setelan karburator dan bila tidak terdapat apa-apa yang salah, gantilah busi dengan tipe yang satu tingkat lebih panas.


3) basah
bila isolator atau elektroda basah dengan bensin atau oli yang hitam kemungkinan sebabnya dalam hal mesin 4 langkah adalah terbakarnya oli yang bocor kedalam ruang bakar melalui dinding silinder atau cincin torak
yang aus atau melalui pengarah katup yang aus atau campuran yang terlalu kaya, dalam hal mesin 2 langkah disebabkan
oleh penyetelan pompa oli yang tidak tepat sehingga mengalirkan oli berlebihan atau disebabkan campuran yang terlalu kaya.


4) Kotor karena timbal
Bila isolator memperlihatkan wama kuning, coklat, hijau atau abu-abu Limbal, diagnosis kelihatannya sukar, perubahan warna ini
disebabkan senyawa timbal yang dihasiikan pada langkah kerja, perbaikan efektif adalah penggantian busi dengan tipe satu tangga
lebih panas tetapi ini bukan jawaban yang perlu untuk masalah tersebut, bila dipakai bensin tanpa timbal perubahan warna semacam ini tidak terjadi.


5) Terlalu panas '
Isolator terbakar menjadi putih dan mengkilap dimana elektroda cepat aus, kemungkinan penyebabnya adalah busi yang tidak tepat,
timing penyalaan terlalu cepat, sistem péndingin yang rusak atau campuran yang terlalu miskin, perbaikannya adalah dianjurkan untuk
mengganti busi dengan tipe busi yang satu tingkat lebih dingin atau periksalah timing dari penyalaan, karburator dan sistem pendingin.


6) Pre-ignition (sebelum penyalaan)
Elektroda meleleh, ini terjadi bila mesin menjadi panas dan suhu elektroda tengah melebihi suhu preignition, dalam beberapa kasus,
kepala dari torak mcleleh, kcmungkinan sebab dan cara memperbaikinya adalah sama dengan yang didiskusikan pada masalah di atas.


7) Isolator yang retak
Isolator memperlihatkan keretakan dan perubahan warna sepertihalnya pada kasus terlalu panas atau kotor karena timbal,kemungkinan sebab dan cara mcmperbaikinya adalah sama dcngan
kasus terlalu panas di atas.Untuk mcnghilangkan karbon pada busi, lakukanlah langkah langkah sebagai berikut.


(a)Dengan memakai alat pembersih busi
Luruskanlah elektroda massa, bersihkanlah isolator sehingga putih dengan memutar busi, biasanya l0 sampai 20 detik waktu
pembersihan adalah cukup, dan bila dibersihkan terlalu lama,elektroda-elektroda akan menjadi terlalu aus. Setelah dibersihkan,
semburkanlah kompond pembersih dcngan udara kompresor sampai bersih benar dan periksalah apakah ada keretakan—keretakan.

Bersihkanlah elektroda-elektroda dan ulir dengan memakai sikat kawat, bila elektroda tengah telah aus, kikirlah agar ujungnya datar
kembali, akhirnya tekuklah elekzroda massa dan setellah celah busi sesuai spesifkasi.


(b)Tidak memakai alat pembersih busi

Dengan menggunakan sebuah kawat halus hilangkanlah karbon dari dalam busi dan berhati-hatilah agar tidak merusak isolator. Bila
isolator berminyak, bersihkanlah dcngan memakai sikat yang telah dicelup ke dalam bcnsin. Untuk mcmbersihkan busi, janganlah
mencoba membakarnya di atas api karena dapat terjadi kcbocoran pada busi.

Untuk memakai busi secara baik, maka lakukanlah langkah—langkah sebagai berikut,


a. Busi adalah bagian yang dikonsumsi dan 0leh karenanya harus di cek, dibersihkan atau diganti pada interval waktu yang dispesifikaskan dalam manual pemilik kendaraan.

b. Bila mengganti sebuah busi harap selalu memilih merk dan tipe yang telah ditentukan pabrik sepeda m0t0r tersebut,
jika tidak dapat dipilih merk lain yang sesuai, dalam hal ini perhatikan hal berikut,


l) Daerah panas (heat range) dalam memilih busi yang c0c0k,
pemilihan daerah panas busi adalah faktor terpenting, sesuai
daftar pemakaian pabrik busi, harus dipilih sebuah busi yang
mempunyai daerah panas yang sama.


2) Panjang bagian busi yang berulir. bagian ini bcrbeda tergantung
dari tipe busi, bila terlalu pendek atau terlalu panjang, karbon
menumpuk sehingga mengurangi daya kerja mesin, kecuali itu
sebuah busi yang mcmpunyai bagian berulir yang lebih pendek
dapat mcnyebabkan penyalaan 'yang salah dan busi yang
mempunyai bagian berulir lebih panjang dapat menyebabkan
elektrod

Baca Selengkapnya ....

Motor Bensin Dengan Motor Diesel (solar)

Posted by Blogger Koetai Wednesday, 27 January 2010 0 comments

Seperti juga motor bensin,motor diesel ini juga adalah motor kalor dengan pembakaran didalam.artinya: pembakaran yang menyebabkan daya usaha kimia bahan bakar diubah menjadi daya usaha mekanik yg terjadi didalam silinder/furing.
Pada kedua motor ini ,didalam silinder terbakar campuran udara dan bahan bakar. pada motor bensin campuran ini di bentuk diluar silinder oleh karburator. Dan pada motor diesel campuran dibentuk di dalam silinder/furing. pada motor diesel udara itu di hisap dan bahan bakar disemprotkan tersendiri dengan pompa bahan bakar/branstop.
Perlu diketahui pada motor bensin perbandingan kompresi itu dilakukan setinggi mungkin , agar kita mendapat randeman yang paling menguntungkan . komprensi yang tinggi ini menyebabkan dalam silinder ini ada suhu yang tinggi dan akibat nya adalah pada pembakaran.yg menyebabkan kalor itu lebih banyak keluar . tetapi kita mengetahui bahwa tekanan kompresi ini tidak boleh dinaik-naikan semaunya . oleh karena jika suhu dalam silinder itu terlampau tinggi , akan terjadi penyallaan sendiri .
Pada motor diesel lain halnya, karena motor diesel ini hanya menghisap udara . udara ini hanya dipadatkan sampai 35 atmosfir dengan tidak ada gangguan dan mencapai suhu 600®C, dan suhu ini jauh melampaui titik penyalaan bahan bakar . Bahan bakar yang disemprotkan tidak jauh dari titik mati paling atas . mulai menyala dengan lansung jadi, disini bahan bakar tidak usah dinyalakan terlebih dahulu oleh cetus listrik .maka pada motor diesel tidak terdapat karburator dan busi.

1. Randemen.
Oleh tekanan komprensi yang lebih tinggi , maka randemen motor diesel juga lebih besar dari pada motor bensin . pada motor diesel juga banyak kalor diubah menjadi usaha pada pembakaran . tiap jam/ tenaga kuda motor bensin memerlukan kira –kira 200 grm minyak gas. jadi untuk jumlah km yg sama yang harus kita tempuh kita tidak usah membawa bahan bakar begitu banyak , jika tenaga motor itu sama .


2. Bahan bakar yang lebih murah.
Tetapi ada lagi keuntungan yang lebih besar jika kita memakai motor diesel sebagai pengganti bensin , kita pakai minyak gas sebagai bahan bakar , minyak gas ini jauh lebih murah dari pada bensin , yaitu kira – kira 1/3 dari pada harga bensin .
Dengan sendirinya oleh randemen yang lebih besar dan bahan bakar lebih murah motor diesel sangat hemat jika dibandingkan dengan motor bensin . penghematan ini jumlahnya 80% .

3. Kopel penggerak.
Selain dari itu kopel penggerak atau momen putar motor diesel itu tidak saja jauh lebih besar dari pada motor bensin, akan tetapi kopel ini juga tetap dapat dikatakan konstan pada jumlah perputaran yang lebih rendah . jadi gaya tariknya lebih besar pada tenaga yang sama , sehingga tidak diperlukan begitu lekas pembalikan hubungan ke percepatan yg lebih rendah . jika umpamanya sebagai pengganti motor bensin dipasang motor diesel, kita dapat memakai motor yang mempunyai tenaga yang lebih kecil.

4. bahaya kebakaran.
Selanjut nya bahan bakar motor diesel boleh dikatakan tdk berbahaya.sebagai di ketahui dengan bensin kita harus berhati-hati sekali,terutama di garasi. pada temperatur udara luar yang biasa bensin telah menguap agak keras dan selain dari itu titik nyala bensin itu adalah kira-kira 20’c.sebalik nya minyak gas baru menyala pada kira-kira 80’c. jadi jauh lebih tinggi dari pada rata-rata temperatur udara luar pada musim panas(20’c).oleh karna itu bahaya kebakaran menjadi lebih kecil.



KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN MOTOR DIESEL
KEUNTUNGAN:
a).randemen lebih tinggi
b).bahan bakar lebih murah
c).kopel penggerak lebih besar,terutama pd jmlh perputaran yg rendah
d).penyalaan dgn elektrik dan karburator tidak ada
e).lebih kurang bahaya kebakaran
f).gas buang tidak berbahaya
KERUGIAN:
a).pembuatannya lebih berat
b).pompa bahan bakar dan penyemprot memerlukan pemeliharaan yg teratur dan teliti
c).ongkos pemeliharaan lebih tinggi
d).getaran yg kuat

Baca Selengkapnya ....

JENIS-JENIS SISTEM PENGGERAK KENDARAAN

Posted by Blogger Koetai 0 comments
Kendaraan dapat berjalan atau bergerak karena ada sistem yang memindahkan tenaga/ momen/ putaran dari mesin keroda-roda. Kendaraan ditinjau dari sistem pemindah tenaganya dikelompokkan menjadi beberapa tipe atau jenis, yaitu :

  • Front Engine Rear Drive (FR)
Kendaraan dengan mesin di depan dan menggerakkan roda belakang dinamakan tipe Front Engine Rear Drive (FR). Komponen-komponen sistem pemindah tenaga meliputi : kopling(clutch), transmisi(transmission), drive shaft/propeller shaft, differential, rear axle dan roda(wheel)

  • Front Engine Front Drive (FF)
Kendaraan dengan mesin di depan dan menggerakkan roda depan dinamakan tipe Front Engine Front Drive (FF). Komponen-komponen sistem pemindah tenaga meliputi : kopling (clutch), transmisi (transmission), differential, front axle dan roda (wheel).
  •  Rear Engine Rear Drive (RR)
Kendaraan dengan mesin di belakang dan menggerakkan roda belakang dinamakan tipe Rear Engine Rear Drive (RR). Pemindah tenaga kendaraan tipe ini sama dengan tipe Front Engine Front Drive (FF). Komponen-komponen sistem pemindah tenaga meliputi : kopling (clutch), transmisi (transmissions), differential, rear axle dan roda (wheel)

  •  Four Wheel Drive (FWD)
Kendaraan dengan mesin menggerakkan roda depan dan roda belakang dinamakan tipe Four Wheel Drive atau All Wheel Drive (FWD atau 4WD atau AWD). Komponen-komponen sistem pemindah tenaga meliputi : kopling(clutch), transmisi (transmission), transfer. FWD terbagi menjadi dua. Pertama ke front drive shaft (front propeller shaft), front differential, front axle dan roda depan (front wheel), sedangkan yang kedua ke rear drive shaft, rear differential, rear axle dan roda belakang (rear wheel).
 Pada kendaraan tipe FR (front engine rear drive) dan FWD/AWD (four wheel drive), untuk memindahkan tenaga mesin dari transmisi ke differential, diperlukan propeller shaft atau sering juga disebut sebagai drive shaft. Panjang pendeknya propeller shaft tergantung dari panjang kendaraan. Pada kendaraan yang panjang, propeller dibagi menjadi beberapa bagian untuk menjamin supaya tetap dapat bekerja dengan baik. Suspensi kendaraan mengakibatkan posisi differential selalu berubah-ubah terhadap transmisi, sehingga propeller harus dapat menyesuaikan perubahan sudut dan perubahan jarak, agar tetap mampu meneruskan putaran dengan lancar. Mekanisme atau komponen tersebut adalah universal joint atau sering disebut U-joint.
 Propeller shaft pada umumnya terbuat dari pipa besi, karena profil pipa lebih tahan terhadap puntiran. Dimensi poros propeller akan menentukan beban putaran yang diijinkan.

Baca Selengkapnya ....