Showing posts with label Ekonomi. Show all posts
Showing posts with label Ekonomi. Show all posts

Supply and Demand

Posted by Blogger Koetai Thursday, 21 October 2010 0 comments

The market price of a good is determined by both the supply and demand for it. In 1890, English economist Alfred Marshall published his work, Principles of Economics, which was one of the earlier writings on how both supply and demand interacted to determine price. Today, the supply-demand model is one of the fundamental concepts of economics. The price level of a good essentially is determined by the point at which quantity supplied equals quantity demanded. To illustrate, consider the following case in which the supply and demand curves are plotted on the same graph.

Supply and Demand

On this graph, there is only one price level at which quantity demanded is in balance with the quantity supplied, and that price is the point at which the supply and demand curves cross.

The law of supply and demand predicts that the price level will move toward the point that equalizes quantities supplied and demanded. To understand why this must be the equilibrium point, consider the situation in which the price is higher than the price at which the curves cross. In such a case, the quantity supplied would be greater than the quantity demanded and there would be a surplus of the good on the market. Specifically, from the graph we see that if the unit price is $3 (assuming relative pricing in dollars), the quantities supplied and demanded would be:

Quantity Supplied = 42 units

Quantity Demanded = 26 units

Therefore there would be a surplus of 42 - 26 = 16 units. The sellers then would lower their price in order to sell the surplus.

Suppose the sellers lowered their prices below the equilibrium point. In this case, the quantity demanded would increase beyond what was supplied, and there would be a shortage. If the price is held at $2, the quantity supplied then would be:

Quantity Supplied = 28 units

Quantity Demanded = 38 units

Therefore, there would be a shortage of 38 - 28 = 10 units. The sellers then would increase their prices to earn more money.

The equilibrium point must be the point at which quantity supplied and quantity demanded are in balance, which is where the supply and demand curves cross. From the graph above, one sees that this is at a price of approximately $2.40 and a quantity of 34 units.

To understand how the law of supply and demand functions when there is a shift in demand, consider the case in which there is a shift in demand:

Shift in Demand


In this example, the positive shift in demand results in a new supply-demand equilibrium point that in higher in both quantity and price. For each possible shift in the supply or demand curve, a similar graph can be constructed showing the effect on equilibrium price and quantity. The following table summarizes the results that would occur from shifts in supply, demand, and combinations of the two.

Result of Shifts in Supply and Demand


In the above table, "+" represents an increase, "-" represents a decrease, a blank represents no change, and a question mark indicates that the net change cannot be determined without knowing the magnitude of the shift in supply and demand. If these results are not immediately obvious, drawing a graph for each will facilitate the analysis.


Baca Selengkapnya ....

Perencanaan dan Penganggaran Perusahaan

Posted by Blogger Koetai Wednesday, 20 October 2010 0 comments
Perencanaan merupakan salah satu dari fungsi manajemen dan penganggaran merupakan salah satu jenis perencanaan. Penganggaran meliputi penganggaran perusahaan dan penganggaran bukan perusahaan. Penganggaran perusahaan berarti penganggaran untuk organisasi yang bertujuan mencari laba, sedangkan penganggaran bukan perusahaan (penganggaran nirlaba) berarti penganggaran untuk organisasi yang tidak bertujuan mencari laba.


ekonomi, perencanaan dan penganggaran perusahaanPenganggaran beda dengan anggaran, perencanaan beda dengan rencana. Perencanaan adalah proses menyusun rencana, sedangkan rencana adalah hasil perencanaan. Penganggaran adalah proses menyusun anggaran, sedangkan anggaran adalah hasil penganggaran. Rencana dapat dinyatakan dalam angka (kuantitatif) tetapi dapat juga tidak dinyatakan dalam angka (kuantitatif), sedangkan anggaran dinyatakan dalam angka (kuantitatif) dan umumnya dalam satuan mata uang. Penganggaran sangat erat hubungannya dengan akunting, karena penganggaran merupakan salah satu bidang akunting dan termasuk bagian akunting manajemen.

Anggaran banyak manfaatnya sebagai alat pelaksanaan pekerjaan, tetapi anggaran juga mempunyai kelemahan, sebab anggaran dibuat berdasarkan asumsi, bila asumsinya berubah maka anggaran kurang bermanfaat, kecuali direvisi sesuai dengan perubahan asumsi.

Fungsi dan Macam Anggaran
Anggaran berfungsi sebagai alat perencanaan memberikan gambaran yang jelas dalam satuan barang dan uang. Anggaran berfungsi sebagai alat pelaksanaan memberikan pedoman agar pekerjaan dapat dilaksanakan secara selaras. Anggaran berfungsi sebagai alat pengawasan, yaitu digunakan sebagai alat menilai pelaksanaan pekerjaan.

Anggaran dapat dikelompokkan dari segi dasar penyusunan terdiri atas: anggaran variabel dan anggaran tetap, dari segi penyusunan terdiri atas anggaran periodik dan anggaran kontinu, dari segi jangka waktu terdiri atas: anggaran jangka panjang dan anggaran jangka pendek, dari segi bidangnya terdiri atas: anggaran operasional dan anggaran keuangan, dari segi kemampuan menyusun terdiri atas: anggaran komprehensif dan anggaran parsial, dari segi fungsinya terdiri atas anggaran apropriasi dan anggaran kinerja, dari segi penentuan harga pokok produk terdiri atas: anggaran tradisional dan anggaran berdasar kegiatan.

Baca Selengkapnya ....

Metodologi Ilmu Ekonomi

Posted by Blogger Koetai Tuesday, 19 October 2010 0 comments
a. Teori Ekonomi

Ilmu ekonomi menaruh perhatian besar terhadap kemampuan memberi penjelasan dan prediksi atas gejala-gejala yang diamati. Misalnya, mengapa bila harga suatu barang naik, permintaan terhadapnya cenderung menurun. Selalukah demikian? Penjelasan dan prediksi ini berdasarkan teori-teori tertentu.
Teori adalah pernyataan atau sekumpulan pernyataan tentang sebab-akibat, aksi-reaksi.

Daya guna dan validitas sebuah teori diukur dari kemampuan dan keakuratannya menjelaskan dan memprediksi gejala-gejala yang diamati.


b. Model Ekonomi

Berdasarkan teori ekonomi, disusun model ekonomi yang merupakan pernyataan formal sebuah teori. Model ekonomi dapat dipresentasikan secara verbal (mengguna¬kan kata-kata), diagramatis, dan matematis. Model yang baik tidak harus sulit, yang hanya dimengerti oleh pars doktor/guru besar ekonomi. Model yang baik dilihat dari variabel yang digunakan. Variabel adalah ukuran yang nilainya dapat berubah dari waktu ke waktu dan dari observasi ke observasi. Dalam memilih variabel-variabel untuk model, kita harus memperhatikan prinsip Ockam Razor, yaitu detail-detail yang tidak relevan sebaiknya dikeluarkan dari model.

Contoh model ekonomi yang baik adalah Model Siklus Lingkaran Kegiatan Ekonomi atau Circular Flow of Economic Activity di bawah ini. Model ini menjelaskan bahwa kesibukan pabrik-pabrik, antrian panjang pekerja dan aktivitas ekonomi di dunia nyata sebenarnya hanya merupakan proses pertukaran sumber days yang dimiliki masyarakat (rumah tangga) dengan yang dimiliki sektor perusahaan (dunia usaha). Model ini dikatakan baik, sebab dengan menggunakan unsur-unsur sederhana kita mampu memahami dunia nyata.

Dari model Siklus lingkaran kegiatan ekonomi kita melihat interaksi sektor rumah tangga dan sektor perusahaan, sebagai berikut.

Sektor rumah tangga memberikan faktor produksi yang dibutuhkan dunia usaha untuk produksi, salah satunya adalah kesediaan untuk bekerja (tenaga kerja). Ter¬jadilah aliran penawaran faktor produksi (garis A). Atas faktor-faktor produksi yang diberikan, sektor perusahaan memberikan balas jasa, misalnya upah dan gaji, sehingga terjadilah aliran penerimaan sektor rumah tangga (garis B). 

Faktor-faktor produksi yang dibeli sektor perusahaan diproses menjadi output berupa barang dan jasa, yang dijual ke sektor rumah tangga. Terjadilah arus barang dan jasa (garis Q. Selain tenaga kerja, faktor-faktor produksi lainnya yang dimiliki sektor rumah tangga adalah modal (diberi balas jasa berupa bungs atau dividen), dan tanah (diberi sewa).

Sektor rumah tangga membeli barang yang ditawarkan sektor perusahaan dengan menggunakan pendapatan mereka, terjadilah arus konsumsi barang dan jasa yang merupakan arus pendapatan perusahaan (garis D).



c.  Metode Deduktif dan Induktif

Dunia nyata merupakan titik awal analisis ekonomi. Ada dua metode analisis untuk mengambil kesimpulan tentang dunia nyata, yaitu metode deduktif dan metode induktif.
Metode deduktif adalah metode pengambilan kesimpulan untuk hal-hal khusus berdasarkan kesimpulan yang bersifat umum. Misalnya secara umum disimpulkan bila harga suatu barang meningkat, permintaan terhadapnya menurun. Jadi, bila harga cabe meningkat maka permintaan terhadap cabe menurun. 

Pada awalnya metodologi ilmu ekonomi adalah deduktif. Tetapi dalam perkembangan selanjutnya metode ini tidak mampu lagi menjelaskan fenomena-fenomena ekonomi. Misalnya, berdasarkan teori¬nya Adam Smith (Klasik), perekonomian tidak akan pernah mengalami masalah besar dan berlarut-larut, karena ampuhnya mekanisme pasar. Tetapi Depresi Besar (Great De¬pression) yang melanda perekonomian dunia selama 1929-1933 mengubah kepercayaan itu. Metode deduktif patut dipertanyakan kembali. Sejak saat itu metode induktif (mengambil kesimpulan untuk hal-hal umum dari hal khusus), berkembang. Salah seorang ekonom yang dianggap merintis penggunaan metode induktif adalah John Maynard Keynes, ekonom Inggris yang menjadi bapak ilmu ekonomi makro. Dampak positif dari metode induktif adalah meningkatnya kegiatan penelitian ekonomi, yang telah menghasilkan pemahaman-pemahaman barn dalam ilmu ekonomi, baik mikro¬ekonomi maupun makroekonomi.


d. Ceteris Paribus dan Fallacy of Composition

Model ekonomi merupakan penyederhanaan realitas ekonomi, karenanya memi¬liki keterbatasan. Keterbatasan itu tercermin dalam istilah ceteris paribus yang bermakna faktor-faktor lain dianggap tetap. Maksudnya, dalam analisis ekonomi (hubungan dua variabel), harus disadari bahwa kesimpulan yang ditarik berdasarkan asumsi variabel-variabel lain dianggap tidak berubah.

Misalnya, ketika menyimpulkan bahwa permintaan terhadap jasa transportasi Bus Antar-Kota akan turun jika harga tiketnya naik, didasarkan pads asumsi bahwa harga tiket jasa transportasi alternatif (kereta api) tidak berubah. Bila harga tiket kereta api jugs naik, kesimpulannya belum tentu sama. Istilah fallacy of composition memiliki pengertian apa yang baik dalam skala kecil belum tentu baik dalam skala besar (keseluruhan). Misalnya hidup hemat sangat baik bagi individu, tetapi jika seluruh individu hidup hemat, maka permintaan agregat rendah dan pertumbuhan ekonomi pun rendah.


e. Ekonomi Positif dan Ekonomi Normatif

Dalam menjalankan tugas keilmuannya, ekonom Bering membandingkan dunia nyata dengan dunia ideal. Ketika mengamati kondisi nyata, pendekatan yang dilaku¬kan adalah ekonomi positif (positive economics). Pernyataan positif menerangkan ten-tang hal-hal yang akan terjadi dalam ekonomi. Oleh karena itu kebenaran pernyataan tersebut dapat dilihat dengan membandingkan isi pernyataan itu dengan peristiwa yang sebenarnya terjadi. Pernyataan: "Apabila produksi semen turun maka harganya akan naik" adalah contoh pernyataan positif.

Ekonom melihat apa yang terjadi dengan setiap kebijakan ekonomi yang dijalankan. Misalnya, ketika pemerintah memutuskan untuk melindungi industri mobil dalam negeri dengan penetapan tarif yang sangat tinggi, pemberian hak monopoli dan pembebasan pajak, para ekonom dapat melihat dampak positif dan negatifnya terhadap konsumen dalam negeri, penerimaan pemerintah dan efisiensi industri mobil. 

Dalam membuat analisis tersebut ekonom tidak boleh mengambil sikap memihak. Bila ekonom mulai bertanya, bagaimana yang terbaik atau bagaimana yang seharusnya, maka yang digunakan adalah ekonomi normatif (normative economics). 

Pengan demikian pernyataan normatif adalah suatu pandangan subjektif atau suatu value judgment. Pernyataan itu bukan mengemukakan pendapat mengenai keadaan yang akan terjadi tetapi mengenai apa yang sebaiknya harus terjadi. Pernyataan "Usaha menaikkan kesejahteraan masyarakat harus dilakukan dengan berusaha agar tambahan pendapatan dinikmati secara merata oleh seluruh penduduk" adalah contoh pernyataan normatif.

Baca Selengkapnya ....

Kamus Ekonomi Syariah ( C )

Posted by Blogger Koetai 0 comments
Cadangan devisa
Cadangan  uang   negara   dalam   bentuk   valuta   asing
(international reserve)

Cadangan wajib
Jumlah minimum alat likuid yang harus dimiliki oleh bank sesuai ketentuan bank sentral (statory reserve)

Capital Gain
Keuntungan yang diperoleh dari jual beli saham di pasar modal

Cash Basis
Asas tunai; pencatatan pendapatan dan pengeluaran yang dilakukan saat penerimaan  atau pengeluaran tunai

Cash in Hand
Kas   di   tangan.   Uang   tunai   atau   bentuk   lain   yang dipersamakan yang dimiliki

Charge Card
Fasilitas kartu talangan yang dipergunakan oleh pemegang kartu    (hamil    al-bithaqah)    sebagai    alat    bayar    atau pengambilan  uang  tunai  pada  tempat-tempat  tertentu yang harus dibayar lunas kepada pihak yang memberikan talangan  (mushdir  al-bithaqah)  pada  waktu  yang  telah ditetapkan.


Baca Selengkapnya ....

Kamus Ekonomi Syariah (B)

Posted by Blogger Koetai Monday, 18 October 2010 0 comments

Ba’i
Merupakan kata yang musytarak (mempunyai dua arti), yaitu jual dan beli; akad jual-beli; penjualan.

Ba’i bi Tsaman Ajil
BBA= jual beli dengan harga tangguh


Ba’i al-Ma’dum
Melakukan  penjualan  atas  barang  yang  belum  dimiliki (short selling)


Bai’ al-Wafa
Jual beli yang dilangsungkan dua pihak yang dibarengi dengan syarat bahwa barang yang dijual itu dapat dibeli kembali  oleh   penjual,  apabila  tenggang  waktu  yang ditentukan telah tiba

Baitul Mal
Rumah harta; Pada zaman Nabi Muhammad Saw berfungsi sebagai perbendaharaan negara. Seluruhkekayaan yang berasal dari zakat, kharaj, jizyah, fa’i, ghanimah, kafarat dan  wakaf  dikelola  oleh  baitul  mal  dan  ditasyarufkan untuk kepentingan umat Islam

BMT
Baitul Mal wat Tamwil; Lembaga keuangan non pemerintah yang berfungsi menerima dan menyalurkan dana umat

Bank Konvensional
Bank  umum  sebagaimana  dimaksud  dalam  Undang- Undang   Nomor   7   Tahun   1992   tentang   Perbankan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998, yang melakukan kegiatan usaha secara konvensional

Bank Kustodian
Pihak yang kegiatan usahanya adalah memberikan jasa penitipan efek dan harta lain yang berkaitan dengan efek serta jasa lain,  termasuk menerima deviden, dan hak- hak  lain,  menyelesaikan  transaksi  efek,  dan  mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya

Bank Pelapor
Kantor  Bank  yang  meliputi  kantor  pusat  Bank  yang melakukan  kegiatan  operasional,  Kantor  Cabang  Bank yang berbadan  hukum Indonesia baik yang beroperasi di Indonesia maupun di luar  Indonesia, Unit Syariah, serta Kantor Cabang Bank Asing dan Kantor Cabang Pembantu Bank Asing yang berkedudukan di Indonesia

Bank Perkreditan Rakyat
Selanjutnya disebut BPR adalah Bank Perkreditan Rakyat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 4 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 10  Tahun  1998,  yang  melaksanakan  kegiatan  usaha secara konvensional


Bank Perkreditan Rakyat Syariah
Selanjutnya   disebut   BPRS   adalah   Bank   Perkreditan Rakyat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 4 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 yang melaksanakan usaha berdasarkan prinsip syariah

Bank Sentral
Menurut UU No. 11 Tahun 1953 tentang Undang-undang Pokok  Bank Indonesia, yang kemudian digantikan oleh Undang-undang No. 13 Tahun 1968 tentang Bank Sentral. Dalam  Undang-undang  tersebut,  Bank  Sentral  adalah Bank  Indonesia,  dimiliki  oleh  Negara,  dan  merupakan badan hokum

Bank Sayriah
Bank  umum  sebagaimana  dimaksud  dalam  Undang- Undang   Nomor   7   Tahun   1992   tentang   Perbankan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998, yang melakukan kegiatan usaha berdasarkan syariah

Banking Book
Semua  elemen/posisi   lainnya   yang   dinilai   dariharga perolehan  dan ditujukan untuk investasi atau dicairkan pada saat jatuh tempo (held to maturity).

Barang Haram dan Maksiat
Barang atau fasilitas yang dilarang dimanfaatkan atau digunakan menurut hukum Islam


Batil
Ilegal

Biaya Operasional
Biaya yang berkaitan langsung dengan fasilitas pengelolaan rekening nasabah misalnya biaya kartu ATM, cetak buku/ cek/bilyet giro, cetak laporan transaksi dan saldo rekening, pembukaan dan penutupan rekening

BPRS
Bank Perkreditan Rakyat Syariah


Bursa
Tempat untuk memperjualbelikan sekuritas, valuta asing, atau barang yang dilakukan secara teratur




Baca Selengkapnya ....

Kamus Ekonomi Syariah (A)

Posted by Blogger Koetai 0 comments

Accrual Basis
Asas Akrual.  Sistem  penentuan  biaya  dan  pendapatan yang mengakui seluruh pendapatan dan biaya pada tahun buku tertentu  meskipun realisasinya baru terjadi dalam tahun buku selanjutnya

Akad
Perjanjian  tertulis  yang  memuat  ijab  (penawaran)  dan qabul (penerimaan) antara  Bank denga pihak lain yang berisi  hak  dan  kewajiban  masing-masing  pihak  sesuai dengan prinsip syariah

Akad yang tidak shahih
Akad yang terdapat kekurangan pada rukun dan syarat- syaratnya, sehingga seluruh akibat hukum akad itu tidak berlaku dan tidak mengikat pihak-pihak yang berakad

Akad yang sah
Akad yang telah memenuhi rukun dan syarat-syaratnya


Akad yang sempurna untuk dilaksanakan
Akad   yang   dilangsungkan   dengan   memenuhi   rukun dan syaratnya dan tidak ada penghalang untuk melaksanakannya


Akad Tabarru’
Semua  bentuk  akad  yang  dilakukan  dengan  tujuan kebajikan   dan  tolong-menolong,  bukan  untuk  tujuan komersial. Termasuk dalam akad tabarru’ adalah qard al- hasan, hibah, infaq dan wakaf

Akad Tijarah
Akad perdagangan; mempertukarkan barang dagangan dengan   mata   uang   menurut   cara   yang ditentukan; Mempertukarkan harta dengan harta menurut cara yang telah ditentukan dan  bermanfaat serta dibolehkan oleh syarak. Semua bentuk akad yang dilakukan untuk tujuan komersial, yaitu akad yang ditujukan untuk memperoleh keuntungan.  Termasuk  dalam  akad  tijarah  adalah   (i) akad yang mengacu pada konsep bagi hasil, diantaranya mudharabah dan musyarakah; (ii) akad yang mengacu pada  konsep  jual-beli,  diantaranya  ba’i  bi  tsaman  ajil, murabahah,  salam dan istishna’; (iii) akad yang mengacu pada konsep sewa, diantaranya ijarah dan ijarah muntahiya bittamlik; (iv) akad yang mengacu pada konsep titipan, diantaranya wadi’ah yad al-amanah dan wadi’ah yad dhamanah

Akta Kesepakatan
Dokumen tertulis yang memuat kesepakatan yang bersifat final dan mengikat bagi nasabah dan bank

Aktiva
Suatu item atau milik yang dipunyai oleh perorangan atau perusahaan yang mempunyai nilai uang (asset)

Aktiva Produktif
Penanaman dana Bank Syariah baik dalam rupiah maupun valuta  asing dalam bentuk pembiayaan, piutang, qardh, surat berharga syariah, penempatan, penyertaan modal, penyertaan modal sementara, komitmen dan kontinjensi pada  transaksi  rekening   administratif  serta  sertifikat wadiah Bank Indonesia

Aktiva Ijarah
Aktiva  yang  diperoleh  atau  dibeli  BPRS  untuk  tujuan disewakan

Aktiva Lancar
Aktiva dalam bentuk uang tunai atau barang berharga lain yang sewaktu-waktu dengan mudah dapat dijadikan uang


Aktiva Produktif
Penanaman   dana   bank   dalam   bentuk   pembiayaan, surat  berharga, penyertaan, dan penanaman lain untuk memperoleh penghasilan (earning asset)

Aktiva Sangat Lancar
Aktiva dalam bentuk tunai (cash); (very liquid asset)

Aktuaris
Seseorang yang mempunyai keahlian dalam menghitung risiko dan preminium asuransi (actuary)

Akuntan Publik
Akuntan  yang  memiliki  izin  usaha  untuk  melakukan kegiatan  pemberian  jasa  audit  yang  dikeluarkan  oleh Menteri Keuangan

Amal
Usaha; pekerjaan yang diharapkan mendapatkan keuntungan  ekonomi  yang  dilakukan  oleh  ‘amil  atau mudharib

Ariyah
Pinjaman; meminjamkan  suatu  barang  dari  seseorang kepada   orang  lain  secara  cuma-cuma.  Para  fuqaha’ mendefinisikan ‘ariyah sebagai pembolehan oleh pemilik akan miliknya untuk dimanfaatkan oleh orang lain dengan tanpa ganti (imbalan)

Aset Tetap
Aset yang dipakai jangka panjang, seperti bangunan dan mesin (fixed asset)

Ashil
Satu  pihak  dalam  akad  kafalah  yang  pada  dasarnya mempunyai kewajiban yang harus dilaksanakan kepada seseorang atau pihak, namun kemudian kewajibannya itu ditanggung oleh pihak lain; ia disebut juga dengan makful‘anhu



Baca Selengkapnya ....

Pengertian Managemen Keuangan

Posted by Blogger Koetai 0 comments
Masalah keuangan merupakan masalah yang paling krusial didalam kegiatan dunia usaha. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa peranan manajer keuangan sangan penting. Sering dengan perkembangan tugasnya manajer keuangan juga harus mampu menginvestasikan dana. Mengatur kombinasi sumber dana yang optimal, serta pembagian keuntungan dalam dalam rangka meningkatkan usaha perusahaan.
Dengan Demikian peranan ilmu manajemen keuanag sangatlah penting pada setiap perusahaan. Sebelum pembahasan ini dilanjutkan akan di sampaikan pengertian mengenai manajemen keuangan oLeh beberapa ahli sebagai berikut :


Manajemen keuangan atau sering disebut pebelnjaan dapat diartikan sebagaisemua aktivitas perusahaan yang bersangkutan dengan usaha-usaha mendapatkan dana perusahaan dengan dana murah serta saha untuk menggunakan dan mengalokasikan dana tersebut secara efesien (Sutrisno, 2000;5).

Selanjutnya, manajemen keuangan dapat diartikan sebagai manajemen dana baik yang berkaitan dengan pengalokasian dana dalam bentuk investasi secara efektip maupaun pengumpulan dana untuk pembelanjaan dan pembiayaan investasi secara efesien (Sartono ;1999;8).

Sedangkan bambang rianto dalam bukunya yang berjudul dasar-dasar pembelanjaan perusahaan ( Edisi 4 ) mendefinisikan bahwa manajemen keuangan atau pembelanjaan perusahaan adalah seagia berikut :

Pembelanjaan meliputi semua aktivitas perusahaan yang bersangkutan dengan saha mendapatkan dana yang dibutuhkan oleh perusahaan beserta usah untuk menggunakan dana tersebut se-efesien mungkin ( Rianto ; 2001 ; 12 ).
Pada hakikatnya masalah pembelanjaan keseimbangan finasiil di dalam perusahaan. Dengan demikian pembelanjaan berarti mengadakat keseimbangan antara aktiva dengan vasipa yang dibuthkan, beserta mencari susunan kualitatif ari aktiva dan vasipa tersebt dengan sebak-baiknya pemilihan susunan kualitativ dari aktiva dan menentukan struktur kekayaan perusahaan. Sedangkan pemilihan susnan kualitatif dari pasiva akan menentukan struktur finasiil dan struktur modal perusahaan ( Riyanto : 2001 : 13 ).

Sedangkan menrut agung saardi yaitu : “manajemen keuangan dapat di  artikan membahas tentang ivestasi. Perbelanjaan dan pengelolaan asset-aset dengan beberapa tuajuan yang direncanakan “.( Sabardi ; 1995 ;2 )

Dan lima depinisi tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa manajemen perusahaan mengandung dua masalah penting yaitu masalah mengenai penarikan/pengumpulan dana dan masalah penggunaan dana-dana tersebut secara efesien

Baca Selengkapnya ....

Pengertian Managemen Sumber Daya Manusia

Posted by Blogger Koetai Thursday, 3 June 2010 0 comments
Pada dasarnya ada 5 (lima) jenis sumber daya manusia yang dikelola oleh manajemen, yaitu "(a) manusia, (b) material, (c) mesin (termasuk fasilitas dan enegri, (d) uang, (e) informasi (termasuk data)". (Raymond Me Leod, Jr, alih bahasa Hendra Teguh, 1995;5) Kelima jenis sumber daya ini harus dikelola dengan baik oleh manajemen sehingga tujuan yang direncanakan dapat tercapai semaksimal mungkin. Manajemen merupakan proses pendayagunaan bahan baku dan sumber daya untuk mencapai tujuan yang ditetapkan, proses ini melibatkan organisasi, koordinasi dan evaluasi orang-orang guna mencapai tujuan-tujuan tersebut. Melalui manajemen dilakukan proses integrasi berbagai sumber daya dan tugas untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditentukan.

Mamajemen sumber daya manusia adalah "Pendayagunaan, pengembangan, penilaian, pemberian balas jasa, dan pengelolaan individu anggota organisasi atau kelompok pekerja". (Simamora, 1997;3). Dengan demikian manajemen sumber daya manusia merupakan bagian atau pengembangan dari ilmu manajemen dan termasuk dalam kelompok ilmu-ilmu sosial (social science)
Untuk memberikan pengertian tentang manajemen sumber daya manusia, berikut ini penulis mengutip beberapa pendapat atau definisi dari ahli manajemen sebagai berikut :

Manajemen sumber daya manusia adalah:

Perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan atas pengadaan pengembangan, pemberian kompensasi, pengintegrasian, pmellharam dan pemutusan hubungan kerja dengan maksud untuk membantu mencapai tujuan organisasi individu dan masyarakat (Tulus, 1993;3).

Pengertian lain manajemen sumber daya manusia adalah : "Ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat". (Hasibuan, 2001;11)

Selanjutnya Simamora (1997;3) menyatakan bahwa manajemen sumber daya manusia merupakan "Aktivitas-aktivitas yang dilaksanakan agar sumber daya manusia di dalam organisasi dapat digunakan secara efektif supaya mencapai berbagai tujuan".
Beberapa pendapat tersebut maka yang menjadi dasar pembahasan dalam manajemen sumber daya manusia yaitu mengenai pengaturan peranan manusia mewujudkan tujuan yang optimal. Dimana pengaturan ini meliputi masalah perencanaan, pengoganisasian, pengarahan, pengendalian, pengadaan, pengembangan, kompensasi, pemeliharaan, kedisiplinan dan pemberhentian tenaga kerja untuk membantu terwujudnya tujuan yang direncanakan.

Manajemen sumber daya manusia dalam perkembangannya terbagi dalam 3 (tiga) tahap, yaitu :

Tahap penyimpanan arsip, yaitu tahap yang melambangkan aktivitas manajernen sumber daya manusia sepanjang pertenggahan dekade 1960-an, dan fokus penekanannya terletak pada urusan¬-urusan karyawan, personalia merupakan tanggung jawab dari sebuah departemen khusus, yang meliputi penyaringan pelamar, orientasi bagi karyawa baru, mengumpulkan dan menyimpan data pribadi setiap karyawan.
Tahap pertumbuhan, yaitu dimulai setelah undang-undang hak sipil pada tahun 1964 berlaku, tahap ini dianggap sebagai tahap pertanggung jawaban pemerintah, peraturan diskriminasi, peraturan pensiun, peraturan kesehatan dan keselarnatan kerja.

Tahap pertumbuhan yang ketiga yaitu pada tahun 1970 hingga sekarang merupakan tahap untuk memperoleh dan mempertahankan suatu keunggulan kompetitif, manajemen puncak melihat departemen sumber daya manusia sebagai laiknya mereka memandang manajemen ini dalam upaya mengendalikan biaya, meningkatkan daya saing, dan menambah nilai bagi organisasi dalarn segala sesuatunya. (Simamora, 1997;5).


Baca Selengkapnya ....

Pengertian Akuntansi Biaya

Posted by Blogger Koetai 0 comments
Menurut RA. Supriyono, Pengertian Akuntansi biaya adalah sebagai berikut:

Akuntansi biaya adalah salah satu cabang akuntansi yang merupakan alat manajemen dalam memonitor dan merekam transaksi biaya socara sis¬timatis, serta monyajikan informasi biaya dalam bentuk laporan biaya. 
Kemudian Mulyadi mengemukakan sebagai berikut - Akuntansi adalah proses pencatatan, ponggolongan, peringkasan dan     penyajian cara-cara tetentu serta transaksi keuangan yang terjadi didalam perusahaan atau organisasi lain seta penafsiran terhadap hasilnya. 

Dengan demikian dari beberapa pengertian akuntansi biaya tersebut diatur, dapatlah diartikan sebagai kunci atau alat yang penting dalam mengadakan pertimbangan, perencanaan dan pengawasan serta sebagai su¬atu alat penilaian terhadap kegiatan-kegiatan perusahaan.

Dari pendapat tersebut diatas dapatlah disimpulkan bahwa akuntansi biaya merupakan alat dari manajemen dalam aktivitas perusahaan, yaitu sebagai alat untuk perencanaan dan pengendalian biaya dengan akuntansi biaya dapat diadakan interprestasi dari data biaya yang ada dan juga mengevaluasi kegiatan yang disajikan perusahaan.

Baca Selengkapnya ....

Harapan Pelanggan

Posted by Blogger Koetai Friday, 26 March 2010 0 comments
Menurut Olson dan Dover (dalam Zeithaml et al, 1993) harapan pelanggan merupakan keyakinan pelanggan sebelum mencoba atau membeli suatu produk, yang dijadikan standar atau acuan dalam menilai kinerja produk (barang atau jasa). Harapan pelanggan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut: 

1. Enduring Service Intensifiers.
    Faktor ini merupakan faktor yang bersifat stabil dan mendorong pelanggan untuk meningkatkan sensitivitas terhadap jasa. Faktor ini merupakan harapan yang disebabkan oleh orang lain dan filosofi pribadi seseorang mengenai jasa. Seorang pelanggan akan mengharapkan bahwa ia seharusnya juga dilayani dengan baik apabila pelanggan lainnya dilayani dengan baik oleh penyedia jasa.

2. Personal Need
   Kebutuhan yang dirasakan seseorang mendasar bagi kesejahterahannya juga sangat menentukan harapannya. Kebutuhan tersebut meliputi kebutuhan fisik, social dan psikologis.

3. Transitory Services Intensifiers
   Faktor ini merupakan faktor individual yang bersifat sementara (jangka pendek) yang meningkatkan sensitivitas pelanggan terhadap factor jasa. Factor ini meliputi 
  • Situasi darurat pada saat pelanggan sangat membutuhkan jasa dan ingin penyedia jasa dapat membantunya. dan
  • Jasa terakhir yang dikonsumsi pelanggan dapat pula menjadi acuannya untuk menentukan baik buruknya jasa berikutnya.

4. Perceived Service Alternatives
   Perceived Service Alternatives merupakan persepsi pelanggan terhadap tingkat atau derajat pelayanan perusahaan lain yang sejenis. Jika konsumen memiliki alternatif, maka harapannya terdapat suatu jasa cenderung akan semakin besar.

5. Self-Perceived Service Role
    Faktor ini adalah persepsi pelanggan tentang tingkat atau derajat keterlibatannya dalam mempengaruhi jasa yang diterimanya. Apabila konsumen terlibat dalam proses penyampaian jasa dan jasa yang terjadi ternyata tidak begitu baik, maka pelanggannya tidak bisa menimpakan kesalahan sepenuhnya kepada penyedia Jasa.

6. Situasional Faktors
    Faktor situasional terdiri atas segala kemungkinan yang bisa mempengaruhi kinerja jasa, yang berada diluar kendali penyedia jasa.

7. Explisit Service Promise
   Faktor ini merupakan pernyataan (secara personal maupun non-personal) oleh organisasi tentang jasanya kepada pelanggan. Janji bisa berupa iklan, personal selling, perjanjian, atau komunikasi dengan karyawan organisasi tersebut.

8.  Implisit Service Promise
     Faktor ini menyangkut petunjuk yang berkaitan dengan jasa, yang memberikan kesimpulan bagi pelanggan tentang jasa yang bagaimana yang seharusnya dan yang akan diberikan. Petunjuk yang memberikan gambaran jasa ini meliputi biaya untuk memperolehnya (harga) dan alat-alat pendukung jasanya. Pelanggan biasanya menghubungkan harga dan peralatan (tangible assets) pendukung jasanya dengan kualitas jasanya.

9. Word-of-Mouth (Rekomendasi/saran orang lain)
    Word-of-Mouth merupakan pernyataan (secara personal atau non-personal) yang disampaikan oleh orang lain di luar organisasi penyedia jasa (service yang disampaikan oleh orang lain di luar organisasi penyedia jasa (service provider)kepada pelanggan. Word-of-Mouth ini biasanya cepat diterima oleh pelanggan karena yang menyampaikannya adalah mereka yang dapat dipercayainya, seperti para pakar, teman, keluarga dan publikasi media masa.

10.  Past Experience
       Pengalaman masa lampau meliputi hal-hal yang telah dipelajari atau diketahui pelanggan dari yang pernah diterimanya di masa lalu. Harapan pelanggan dari waktu ke waktu berkembang, seiring dengan semakin banyaknya informasi (nonexperimental information) yang diterima pelanggan serta semakin bertambahnya pengalaman.


Referensi : Jurnal Vol. 1 Oleh Albertur Widiyanto

Baca Selengkapnya ....

Kepuasan Pelanggan

Posted by Blogger Koetai Thursday, 25 March 2010 0 comments
Dalam Era Globalisasi saat ini persaingan bisnis menjadi sangat tajam, baik pasar domestik (nasional) maupun pasar internasional (global). Untuk memegangkan persaingan, perusahaan harus mampu memberikan kepuasan kepada para pelanggannya. Memberikan kepuasan kepada pelanggan merupakan tujuan dari setiap usaha. Hari ini karena konsumen akan memberikan bisnis berulang kepada perusahaan dan menjadi saluran yang efektif bagi perusahaan. Untuk itu perusahaan harus selalu berusaha meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan. Dengan demikian dalam jangka panjang produk perusahaan akan tetap disukai konsumen karena dapat memuaskan kebutuhan dan keinginannya. Perusahaan harus berorientasi pada kepuasan konsumen, baru setelah itu pada keuntungan, karena keuntungan merupakan efek samping dari kepuasan konsumen. Untuk itu suatu perusahaan harus melakukan penelitian untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggannya sebelum pelanggan meninggalkan perusahaan pindah keperusahaan pesaing. Tingkat kepuasan pelanggan sangat tergantung pada kualitas suatu produk, jadi suatu produk dikatakan bermutu bagi seseorang kalau produk tersebut dapat memenuhi kebutuhannya.

Kepuasan pelanggan didefinisikan sebagai berikut:


  1. Menurut Philip Kotler adalah: Tingkat perasaan seseorang setelah memban-dingkan kinerja atau hasil yang dia rasakan dibandingkan dengan harapan.
  2. Menurut day (dalam Tse dan Wilton, 1998) menyatakan bahwa kepuasan atau ketidakpuasan pelanggan adalah respon pelanggan terhadap evaluasi ketidaksesuaian / diskonfirmasi yang dirasakan antara harapan sebelumnya (atau norma kinerja lainnya) dan kinerja aktual produk yang dirasakan setelah pemakaiannya
  3. Menurut Engel (Engel, et al, 1990), bahwa kepuasan pelanggan merupakan evaluasi purnabeli dimana alternatif yang dipilih sekurang-kurangnya memberikan hasil (outcome) sama atau melampaui harapan pelanggan, sedangkan ketidakpuasan timbul apabila hasil yang diperoleh tidak memenuhi harapan pelanggan. Terdapat kesamaan diantara beberapa definisi diatas, yaitu menyangkut komponen kepuasan pelanggan (harapan dan kinerja dibandingkan dengan hasil yang dirasakan).
Refrensi : Bahan Kuliah

Baca Selengkapnya ....

Macam dan Jenis Pasar Dalam Ekonomi Indonesia

Posted by Blogger Koetai Thursday, 4 March 2010 0 comments
Berikut ini adalah arti definisi atau pengertian dari aneka jenis dan macam pasar yang ada :

1. Pasar Barang
Pasar barang adalah pasar yang menjual produk dalam bentuk barang. Pasar barang dapat dibagi lagi menjadi dua macam, yakni :




a. Pasar Barang Nyata / Riil
Pasar barang nyata adalah pasar yang menjual produk dalam bentuk barang yang bentuk dan fisiknya jelas. Contohnya adalah pasar kebayoran lama, pasar senen, pasar malam, pasar kaget, dan lain-lain.

b. Pasar Barang Abstrak
Pasar barang abstrak adalah pasar yang menjual produk yang tidak terlihat atau tidak riil secara fisik. Contoh jenis pasar ini adalah pasar komoditas / komoditi yang menjual barang semu seperti pasar karet, pasar tembakau, pasar timah, pasar kopi dan lain sebagainya.


2. Pasar Jasa / Tenaga

Pasar jasa adalah pasar yang menjual produknya dalam bentuk penawaran jasa atas suatu kemampuan. Jasa tidak dapat dipegang dan dilihat secara fisik karena waktu pada saat dihasilkan bersamaan dengan waktu mengkonsumsinya. Contoh pasar jasa seperti pasar tenaga kerja, Rumah Sakit yang menjual jasa kesehatan, Pangkalan Ojek yang menawarkatn jasa transportasi sepeda motor, dan lain sebagainya.

3. Pasar Uang dan Pasar Modal


 


a. Pasar Uang
Pasar Uang adalah pasar yang memperjual belikan mata uang negara-negara yang berlaku di dunia. Pasar ini disebut juga sebagai pasar valuta asing / valas / Foreign Exchange / Forex. Resiko yang ada pada pasar ini relatif besar dibandingkan dengan jenis investasi lainnya, namun demikian keuntungan yang mungkin diperoleh juga relatif besar. Contoh adalah transaksi forex di BEJ, BES, agen forex, di internet, dan lain-lain.

b. Pasar Modal
Pasar Modal adalah pasar yang memperdagangkan surat-surat berharga sebagai bukti kepemilikan suatu perusahaan bisnis atau kepemilikan modal untuk diinvestasikan sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat. Contohnya seperti saham, reksadana, obligasi perusahaan swasta dan pemerintah, dan lain sebagainya.

Baca Selengkapnya ....

Revolusi Keynes: Lahirnya Teori Ekonomi Makro

Posted by Blogger Koetai Thursday, 18 February 2010 0 comments
Sebelum terjadinya kelesuan perekonomian dunia tahun 1929-1933 yang dikenal sebagai Depresi Besar (Great Depression), ilmu ekonomi tidak mengenal dikotomi Mikro-Makro. 
 Fokus pembahasan ilmu ekonomi pada masa Sebelum Depresi Besar adalah perilaku individu dalam rangka mencapai keseimbangan. Untuk analisis kese¬imbangan umum (Senoal equilibrium), digunakan model Walras (Walrasian economics). Dengan model-model tersebut, para ekonom berkeyakinan bahwa masa depan perekonomian akan gemilang. Dalam jangka panjang setiap pelaku ekonomi yang terlibat dalam proses pertukaran lewat mekanisme pasar akan memperoleh keuntungan. Posisi keseimbangan masing-masing individu makin membaik yang mengakibatkan masya¬rakat dalam perekonomian makin makmur dan adil.. Kemakmuran muncul karena makin tingginya produktivitas manusia. Sedangkan produktivitas yang menibaik ada¬lah buah dari persaingan yang memaksa manusia melakukan spesialisasi.

Namun, tidaklah berarti dunia tidak akan pernah mengalami masalah ekonomi dalam proses pertukaran. Misalnya,sampai batas-batas tertentu akan terjadi kelebihan penawaran tenaga kerja yang mengakibatkan pengangguran. Tentu saja pengangguran ini dapat menimbulkan kelesuan ekonomi. Tetapi tidak akan pernah terjadi kelesuan Yang bersifat umum dan berjangka panjang (general gait), sebab mekanisme pasar akan melakukan koreksi mandiri (self correcting),sehingga perekonomian akan kembali pulih seperti sediakala.

Sayangnya Depresi Besar (treat Depression) membuyarkan keyakinan terhadap hipotesis Ekonomi Klasik. Sebab, Depresi Besar terjadi dalam jangka waktu yang lama (1929-1933) dan menimbulkan masalah-masalah besar. Misalnya, di Amerika Serikat seisms periode Depresi Besar tingkat pengangguran mencapai angka lebih dari 25,10 angkatan kerja, output perekonomian berkurang sekitar separonya, sementara tingkat investasi merosot tajam.

Untunglah dalam keadaan yang genting seperti di atas, seorang ekonom Inggris, John Maynard Keynes, melontarkan pendapat untuk memperbaiki keadaan melalui bukunya The General Theory of Employment, Interest and Money, yang terbit tahun 1936. Dalam bukunya, yang lebih dikenal sebagai The GeneralThrory, Keynes menyampaikan dua hal pokok. Yang pertama adalah kritik ilmiah terhadap kebenaran hipotesis Klasik tentang keampuhan mekanisme pasar yang dipercayai sejak zaman Adam Smith. Menurut Keynes, kelemahan Teori Klasik adalah lemahnya asumsi tentang pasar yang dianggap terlalu idealis (utopian) dan terlalu ditekankannya masalah ekonomi pads sisi penawaran. Berkaitan dengan kritik tersebut, Keynes menyampaikan pokok pikiran Yang kedua berupa usulan pemulihan dengan memasukkan peranan pemerintah dalam perekonomian dalam rangka menstimulir sisi permintaan.

Kedua pokok pikiran Keynes tersebut di atas membawa beberapa pembaruan radikal dalam ilmu ekonomi. Yang pertama, mulai diperhatikannya dimensi global atau agregat (makro) dalam analisis ilmu ekonomi. Dengan demikian ilmu ekonomi telah berkembang menjadi ilmu ekonomi makro. Kedua, dimasukkannya peranan pemerintah dalam analisis ilmu ekonomi telah menimbulkan pentingnya peranan analisis kebijakan (policies analysis). Ketiga, dengan dirasa perlunya analisis kebijakan, maka dirasakan perlunya studi-studi empiric. Dengan demikian terjadi perubahan/penyempurnaan metodologi dalam analisis ekonomi, dari hanya mengandalkan metode deduktif menjadi jugs menggunakan metode induktif. Tidak berlebihan jika Keynes dihormati sebagai bapak ilmu ekonomi makro, sekaligus ekonom perintis studi induktif.

Baca Selengkapnya ....

Teori Ekonomi Mikro Sebagai Teori Ekonomi Klasik

Posted by Blogger Koetai 0 comments
Titik awal perkembangan ilmu ekonomi modern dianggap dimulai pada Saat Adam Smith (1723-1790) menerbitkan bukunya yang berjudul An Inquiri into the Nature and Causes of the Wealth of Nations, yang kemudian dikenal sebagai Wealth of Nations (1776). Sebab, di dalam buku tersebutlah Smith merintis pemikiran barn tentang analisis ilmu ekonomi dengan melepaskannya dari belenggu teori moral dan teologis. Dalam anti, untuk memecahkan masalah-masalah ekonomi diperlukan dasar-dasar ilmiah sebagaimana halnya para ahli ilmu pengetahuan alam mencoba memahami gejala-gejala alam. Gejala-gejala ekonomi seperti kenaikan harga barang dan pe¬ngangguran menunjukkan adanya gangguan keseimbangan sistem ekonomi. Karenanya, masalah ekonomi akan teratasi jika ekonomi dikembalikan kepada kondisi keseimbangan.

Lebih lanjut Adam Smith menyatakan bahwa seperti slam semesta yang berjalan serba teratur, sistem ekonomi pun akan mampu memulihkan dirinya sendiri (self adjustment), karena ada kekuatan pengatur yang disebut sebagai tangan-tangan tak terlihat (invisible hands). 

Dalam bahasa yang sederhana, tangan gaib tersebut adalah mekanisme pasar, yaitu mekanisme alokasi sumber daya ekonomi berlandaskan interaksi dalam    aksi kekuatan permintaan dan penawaran. Adam Smith sangat percaya bahwa mekanisme pasar akan menjadi alat alokasi sumber daya yang efisien, jika pemerintah tidak ikut campur dalam perekonomian.

Kepercayaan terhadap kemampuan mekanisme pasar semakin menguat ketika seorang ekonom Perancis, Jean Baptiste Say (1767-1832), mematangkan pemikiran ideal. Smith dengan melontarkan pendapat yang sekarang dikenal sebagai hukum Say (Say's law), "...supply creates it's own demand..." dalam bukunya : A Treatise on Political Economy (1803). Maksud dari pernyataan tersebut adalah bahwa barang dan jasa yang diproduksi pasti terserap oleh permintaan sampai tercapai keseimbangan pasar. Kaum Klasik berpendapat bahwa dalam perekonomian tidak akan timbul masalah keku¬rangan permintaan agregat; semua barang yang dihasilkan oleh perekonomian paste akan dibeli oleh masyarakat. Substansi hukum Say adalah memperkuat keyakinan bahwa pasar mampu menjadi alat alokasi sumber daya yang efisien lewat proses per¬tukaran (exchange economics). Keyakinan terhadap keampuhan mekanisme pasar boleh dikatakan mencapai puncaknya ketika Leon Walras (1834-1910) berhasil menyusun model ekonomi keseimbangan pasar simultan, yang menjadi dasar analisis model keseimbangan umum (general equilibrium model). Model Walras adalah penerjemahan ecara matematis terhadap keyakinan Adam Smith, Say dan ekonom-ekonom lain tentang keampuhan mekanisme pasar.

Bila kita menggabungkan pendapat-pendapat para ekonom tersebut di atas akan sampai pada kesimpulan bahwa alokasi sumber daya yang efisien akan tercapai bila in¬dividu-individu dalam perekonomian telah mencapai efisiensi. Indikator telah ter¬jadinya efisiensi adalah bila masing-masing individu telah berada dalam keseim¬bangan. Dalam teal ini efisiensi dan keseimbangan ibarat dua sisi mata uang logam. Efisiensi ticlak mungkin tercapai tanpa keseimbangan. Sebaliknya tidak ada keseimbangan yang tidak efisien. Sekali lagi, kondisi tersebut hanya akan tercapai lewat mekanisme pasar. Oleh seorang ekonom Inggris bernama John Maynard Keynes (1883-1940), para ekonom yang percaya terhadap keampuhan mekanisme pasar dikelompokkan sebagai ekonom Klasik (Classical economists). Sedangkan teori eko¬nominya dikenal sebagai Teori Ekonomi Klasik (Classical Economic Theory).

Mungkin yang menjadi pertanyaan adalah mengapa para ekonom Klasik begitu yakin akan keampuhan mekanisme pasar? Jawabannya terletak pada asumsi-asumsi yang melatar belakangi model mekanisme pasar tersebut. Ketika membahas teori eko¬nomi mikro, beberapa asumsi pokok mekanisme pasar telah dibahas. Asumsi-asumsi tersebut adalah struktur pasar merupakan persaingan sempurna; informasi sempurna dan simetris; input dan output adalah homogen; para pelaku ekonomi bersifat rasional dan bertujuan memaksimumkan kegunaan atau keuntungan. Untuk lebih memperdalam pengertian Teori Ekonomi Klasik (Teori Klasik), ada dua asumsi penting yang harus ditambahkan.

Asumsi pertama adalah proses penyesuaian lewat mekanisme pasar dapat tercapai seketika itu juga. Kita dapat mengabaikan kendala waktu dan tempat dalam mengana¬lisis proses pertukaran antarpara pelaku ekonomi. Artinya, dalam proses pertukaran, individu-individu yang terlibat tidak terbatasi waktu dan tempat. Dengan demikian pasar adalah institusi yang tak terbatasi waktu dan tempat (timeless and placeless). Asumsi kedua adalah fungsi uang semata-mata sebagai alai transaksi (medium of exchange). Tidak ada penggunaan uang untuk tujuan spekulasi. Karenanya, uang tidak dapat empengaruhi jumlah output yang diproduksi para pelaku ekonomi. 

 Yang dapat dipengaruhi oleh uang hanyalah tingkat harga. Bila jumlah uang beredar bertambah, harga barang dan jasa naik. Begitu juga sebaliknya. Asumsi kedua tersebut di atas dike¬nal sebagai asumsi netralitas uang (month neutrality) yang mempunyai konsekuensi harga bersifat fleksibel, dapat berubah seketika itu juga (price flexibility). Asumsi tersebut juga dikenal sebagai pemisahan antara sektor moneter dengan sektor rill oleh Teori Klasik (Classical dichotomy).

Asumsi-asumsi Klasik mempunyai konsekuensi bahwa proses pertukaran adalah satu-satunya cars untuk Baling berinteraksi. Akibatnya fokus pembahasan Klasik ada¬lah analisis perilaku individu (produsen dan konsumen) dalam rangka mencapai keseimbangan. Sebab jika setiap individu dalam perekonomian telah mencapai keseimbangan, maka perekonomian secara total mencapai keseimbangan. Itulah sebabnya Teori Klasik identik dengan teori ekonomi mikro. Karena permintaan relatif tidak terbatas berdasarkan hukum Say, maka masalah central perekonomian adalah penawaran, baik penawaran input maupun output. Karena itulah jugs ilmu ekonomi Klasik dikenal sebagai ilmu ekonomi yang sangat menekankan nisi penawaran (supply -'de economics).

Baca Selengkapnya ....

Ruang Lingkup Ilmu Ekonomi

Posted by Blogger Koetai 0 comments
Dari definisinya, daya aplikasi ilmu ekonomi sangat lugas; Di mana ada masalah kelangkaan, di situ ilmu ekonomi dapat diterapkan. Tidak berarti pars ekonom harus terlibat di segala bidang. Sebab masalah yang paling menjadi perhatian ekonom adalah apakah memang sudah terjadi alokasi sumber daya yang efisien? Apa indikator-indikatornya? Para ekonom melihat masalah di atas, baik secara individu maupun agregat.

Proses alokasi sumber daya secara efisien di tingkat individu, perusahaan dan in¬dustri (kumpulan perusahaan yang menghasilkan barang sejenis), dibahas dalam Teori Ekonomi Mikro. Efisiensi di tingkat mikro belum tentu baik untuk keseluruhan (makro). Misalnya, agar harga-harga produk industri murah, sebaiknya teknologi yang digunakan padat modal. Tetapi pilihan ini menghilangkan kesempatan kerja sehingga menimbulkan pengangguran. lika tidak ada yang bekerja, pasaran lokal tidak ada karena tidak ada daya bell. Ternyata pilihan teknologi padat modal, merugikan in¬dustri-pemilik modal. Terlihat bahwa pilihan teknologi padat modal memungkinkan efisiensi di tingkat industri (mikro), tetapi tidak secara keseluruhan (makro); Banyak sumber daya manusia yang tidak teralokasi. Masalah-masalah ini dibahas dalam Teori Ekonomi. Makro. Indikator efisiensi makro lebih kompleks dibanding mikro. Ada empat ukuran efisiensi yang biasa digunakan dalam buku teks ekonomi makro: Output (GNP) dan Pertumbuhan (Growth), Kesempatan Kerja (Employment), Stabilitas Harga (Price Stability) dan Stabilitas Kurs Exchange Rate Stability).


a. Teori Ekonomi Mikro

Teori ekonomi mikro, sesuai dengan namanya (mikro), dapat diartikan sebagai "ilmu ekonomi kecil". Berdasarkan pads corak dan ruang lingkup analisisnya, teori ekonomi mikro diartikan sebagai "Bagian dari ilmu ekonomi yang menganalisis mengenai bagian-bagian kecil dari keseluruhan kegiatan perekonomian".
Ada beberapa aspek yang dianalisis teori ekonomi mikro, tiga aspek penting di antaranya adalah sebagai berikut.
1). Interaksi di Pasar Barang

Dilihat dari pandangan ekonomi mikro, suatu perekonomian merupakan pengga¬bungan dari berbagai jenis pasar barang. Oleh Sebab itu untuk mengenai corak kegiatan suatu perekonomian kits antara lain perlu memperhatikan corak operasi suatu pasar. Pasar dalam pengertian ekonomi tidak berwujud secara fisik; pasar merupakan per¬temuan antara permintaan (demand) dan penawaran (supply), atau mempertemukan penjual dan pembeli suatu barang. Melalui interaksi di antara penjual dan pembeli, pasar akan menentukan tingkat harga suatu barang dan jumlah barang yang diperjual¬belikan. Contohnya adalah pasar bergs, pasar pakaian, pasar komputer, pasar mobil. Teori ekonomi mikro tidak menerangkan operasi keseluruhan pasar-pasar tersebut.

Untuk menunjukkan bagaimana suatu pasar berfungsi dan beroperasi, teori ekonomi mikro hanya menjelaskan tentang interaksi di antara penjual dan pembeli di suatu pasar barang.


2). Tingkah Laku pembeli dan penjual
Dalam analisis ini teori ekonomi mikro bertitik tolak dari dua asumsi. Asumsi per¬tama: para pembeli dan penjual menjalankan kegiatan ekonomi mereka secara rasional; kedua: para pembeli berusaha memaksimumkan kepuasan yang mungkin dinik¬matinya, sedangkan para penjual berusaha memaksimumkan keuntungan yang akan diperolehnya dari kendala-kendala yang dimilikinya. Berdasarkan asumsi-asumsi ter¬sebut, teori ekonomi mikro menunjukkan (a) bagaimana seorang pembeli mengguna¬kan sejumlah pendapatan untuk membeli berbagai jenis barang yang dibutuhkannya, dan (b) bagaimana seorang penjual atau produsen menentukan tingkat produksi yang akan dilakukannya.


3).    Interaksi di pasar Faktor produksi

Individu-individu dalam perekonomian adalah pemilik faktor-faktor produksi. Mereka menawarkan faktor-faktor produksi tersebut untuk memperoleh pendapatan. pendapatan tersebut untuk selanjutnya akan digunakan guns membeli barang dan jasa yang mereka butuhkan. Sebaliknya, penjual-penjual membutuhkan faktor-faktor pro¬duksi untuk memproduksikan barang dan jasa. Oleh sebab itu mereka akan menjadi pembeli faktor-faktor produksi. Interaksi di antara pembeli dan penjual faktor-faktor produksi di berbagai pasar faktor produksi akan menentukan "harga" suatu faktor pro¬duksi dan banyaknya jumlah faktor produksi tersebut yang akan digunakan. Macam¬-macam faktor produksi dan "harganya" (balas jasa) adalah tenaga kerja (labor) yang diberikan upah atau gaji (wages/salary), modal (capital) yang diberikan bungs (interest) dan dividen, tanah (land) yang diberikan sews (rent) dan kewirausahaan (entrepreneur¬ship) yang diberikan labs (profit).


b. Teori Ekonomi Makro

Sesuai dengan namanya pula, "makro" berarti besar. Dengan demikian, teori ekonomi makro menganalisis keseluruhan kegiatan perekonomian, bvi-sifat global dan tidak memperhatikan kegiatan ekonomi yang dilakukan olch unit-unit kecil dalam perekonomian. Dalam menganalisis mengenai kegiatan pembeli, misalnya, yang dianalisis bukanlah mengenai tingkah laku seorang pembeli, melainkan keseluruhan pembeli yang ada di pasar. Kits jugs tidak lagi memperhatikan permintaan dan penawaran ter¬hadap suatu barang (misalnya permintaan terhadap mobil, atau penawaran kopi), me¬lainkan permintaan dan penawaran barang-barang secara keseluruhan (agregat).

Ada beberapa aspek yang di analisis teori ekonomi makro, antara lain adalah sebagai berikut:


1). Penentuan Tingkat Kegiatan Perekonomian Negara

Dalam hal ini teori ekonomi makro menganalisis mengenai sampai sejauh mans suatu perekonomian akan menghasilkan barang dan jasa. Tingkat kegiatan perekono¬mian ini ditentukan oleh pengeluaran agregat dalam perekonomian, yang meliputi:
 
(1) pengeluaran rumah tangga atau konsumsi rumah tangga, 

(2) pengeluaran pemerintah, 

(3) pengeluaran perusahaan atau investasi, serta 

(4) ekspor dan impor. Analisis dalam teori ekonomi makro juga memperhatikan perubahan harga-harga dan pengaruh perubahan jumlah uang beredar terhadap pengeluaran agregat.


2). Pengeluaran Agregat

Masalah akan timbul bila pengeluaran agregat tidak mencapai tingkat yang ideal. Idealnya, pengeluaran agregat mencapai tingkat yang diperlukan untuk mewujudkan kesempatan keria penuh (full employment) tanpa menimbulkan inflasi, meskipun dalam praktiknya tujuan ini sulit dicapai.


3). Mengatasi Pengangguran dan Inflasi

Perekonomian tidak dapat secara otomatis mengatasi -masalah pengangguran dan inflasi. Tindakan pemerintah diperlukan untuk mengatasi kedua masalah itu, yaitu melalui serangkaian kebijakan, berupa kebijakan moneter dan kebijakan fiskal. Kebi¬jakan moneter adalah langkah-langkah pemerintah dalam mempengaruhi jumlah uang beredar (money supley) dalam perekonomian atau mengubah suku bunga dengan tuju¬an untuk mengatasi masalah perekonomian yang dihadapi. Sedangkan kebijakan fiskal adalah langkah-langkah pemerintah mengubah struktur dan jumlah pajak serta penge¬luarannya dengan maksud untuk mempengaruhi tingkat kegiatan perekonomian.

Baca Selengkapnya ....

Mengapa belajar ilmu ekonomi?

Posted by Blogger Koetai 0 comments
Mengapa belajar ilmu ekonomi? Pertanyaan ini layak dan memang harus dilontarkan. Case dan Fair (1996) memberikan pandangan tentang beberapa manfaat dari studi ekonomi sebagai berikut.
 

a. Memperbaiki care berpikir yang membantu dalam pengambilan keputusan

Harta yang sangat berharga dalam diri manusia adalah pikiran. Dengan pikiran kits mampu menganalisis, menilai benar-salah, baik-buruk dan menentukan pilihan. Kemampuan ini memungkinkan manusia mempertahankan keberadaannya di bumi. Kemampuan itu pula yang memungkinkan manusia terus-menerus meningkatkan kualitas hidupnya. Metode-metode, teknik berpikir dalam ilmu ekonomi akan meningkatkan kemampuan berpikir dan mengambil keputusan.


b. Membantu memenuhi masyarakat

Sebagai makhluk sosial, manusia tidak dapat hidup tanpa orang lain. Kita tidakpernah berhenti berinteraksi. Menurut Ilmu ekonomi interaksi manusia terjadi lewat pertukaran (pasar). Sejarah ekonomi mengajarkan bahwa melalui pertukaran itu manusia berupaya mengatasi kelangkaan, selanjutnya mengembangkan teknologi dan sistem kemasyarakatan. Berdasarkan ini kita dapat memahami terjadinya Revolusi Industri di Inggris, Revolusi Politik di Perancis dan peristiwa-peristiwa bersejarah lainnya.

c. Membantu memahami memahami masalah-masalah Internasional (global)

Kelangkaan yang dihadapi terjadi pads setiap tingkatan hidup, mulai dari individu, keluarga, masyarakat desa, kota, negara dan internasional. Di tingkat internasional interaksi antar-individu secara langsung demi kepentingan pribadi, jarang terjadi.    Individu-individu yang berinteraksi lebih mewakili kepentingan-kepentingan kelompok (negara/perusahaan). Yang mereka lakukan meskipun tampaknya baik bagi    yang kelompok/negara lain, sebenarnya lebih mempertimbangkan kepentingan kelompok/negara mereka. Dengan belajar ilmu ekonomi, kita dapat mengerti lebih pasti dan    dalam, mengapa pada saat negara-negara Asia Timur (Indonesia) mengalami krisis ekonomi tahun 1998, negara-negara maju (Eropa Banat, Amerika Serikat dan Jepang), mau memberi bantuan melalui Dana Moneter Internasional (IMF) dan atau Bank Dunia (World Bank).


d. Bermanfaat dalam membangun masyarakat demokrasi

Cita-cita terbentuknya masyarakat demokrasi bukan moonopoli kaum politisi saja. Ekonom pun mempunyai cita-cita yang lama, seperti yang disampaikan oleh Kenneth Arrow. Ekonom memandang demokratisasi sangat penting dalam rangka memper¬baiki proses alokasi sumber daya, karena lebih mencerminkan aspirasi masyarakat kebanyakan. Tidak mengherankan bila di masyarakat maju, pars calon pemimpin yang akan dipilih harus mampu menjabarkan program - program ekonomi mereka.

Baca Selengkapnya ....

Barang Akhir, Barang Modal, dan Barang Antara

Posted by Blogger Koetai 0 comments
Barang akhir (final good) adalah barang yang dihasilkan oleh berbagai kegiatan ekonomi dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. 
Barang akhir dapat dibedakan ke dalam dua golongan, yaitu :

  • Barang tahan lama (durable good),misalnya mobil, televisi, almari es, perabot rumah tangga. 
  • Barang tidak tahan lama (non durable good), misalnya makanan segar, buah-buahan, sayur-sayuran.
Barang modal (capital good). Sebagian barang dihasilkan bukan untuk memenuhi langsung kebutuhan konsumen, melainkan digunakan untuk menghasilkan barang-¬barang lain. Contohnya adalah mesin-mesin traktor, bangunan pabrik.

Barang antara (intermediate good). Barang-barang yang belum menjadi barang akhir dan masih akan diproses lagi sebelum dapat digunakan oleh konsumen dinamakan barang antara. Contohnya adalah besi baja, tekstil.

Baca Selengkapnya ....

Barang-Ekonomi dan Barang Bebas

Posted by Blogger Koetai 0 comments
Barang Ekonomi (economic good) adalah barang yang mempunyai kegunaan dan langka, yaitu jumlah yang tersedia lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah yang dibutuhkan masyarakat. Dan oleh karena itu barang ekonomi mempunyai harga. Dalam terminologi ekonomi, kita menggunakan istilah langka, bukan sedikit, sebab perkataan sedikit itu relatif. Jumlah 100 dapat kita katakan banyak, karena yang dibutuhkan hanya 40, sementara itu jumlah 100.000 termasuk sedikit bila dibandingkan kebutuhan masyarakat sebanyak 250.000.
Produksi barang ekonomi membutuhkan sumber daya ekonomi yang terbatas jumlahnya, oleh karena itu tidak dapat diperoleh atau diproduksi dalam jumlah yang tidak terbatas.

Dengan demikian barang ekonomi adalah barang yang terbatas jumlahnya (langka) dan memerlukan pengorbanan untuk memperolehnya.

Udara sangat dibutuhkan manusia, dengan demikian sangat berguna. Tetapi karena udara tersedia dalam jumlah yang melimpah, maka udara bukanlah barang ekonomi, melainkan barang bebas (free good), yang untuk memperolehnya tidak diperlukan pengorbanan. Oleh karena itu barang bebas tidak mempunyai “harga”. Udara, sinar matahari, air di daerah pedesaan, dan air laut di daerah pantai adalah beberapa contoh barang bebas. Batu meteor, sebaliknya termasuk barang yang sangat langka, tetapi (bagi kebanyakan orang) tidak mempunyai kegunaan. Itu sebabnya batu meteor juga tidak termasuk barang ekonomi.

Dengan demikian, barang bebas adalah barang yang tersedia dalam jumlah melimpah (tidak langka) dan tidak memerlukan pengorbanan untuk memperolehnya.
Namun demikian, barang bebas dapat menjadi barang ekonomi karena perbedaan tempat atau waktu. Di pedesaan, air bersih merupakan barang bebas, tetapi di kota menjadi barang ekonomi. Begitu pula sinar matahari menjadi barang ekonomi dalam musim dingin, sehingga banyak wisatawan yang bersedia membayar untuk datang ke daerah-daerah tropic.

Baca Selengkapnya ....

Barang dan Jasa

Posted by Blogger Koetai 0 comments
Barang adalah benda-benda yang berwujud atau tidak berwujud, yang digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan atau untuk menghasilkan benda lain yang akan memenuhi kebutuhan masyarakat. Contoh barang yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat adalah beras, minuman, buku. Sedangkan contoh barang yang akan digunakan untuk menghasilkan barang lain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat adalah mesin-mesin, peralatan, bangunan pabrik.

Barang-barang tersebut merupakan contoh barang berwujud. Di damping itu ada pula barang yang tak berwujud, seperti udara dan sinar matahari.

Jasa tidak dapat digolongkan sebagai suatu barang, karena tidak berwujud, tetapi dapat memberikan kepuasan dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Contoh jasa ialah jasa perbankan, jasa bengkel, jasa dokter, dan pengajaran yang diberikan.

Baca Selengkapnya ....

Masalah-masalah Ekonomi

Posted by Blogger Koetai 0 comments
Dari definisi Ilmu Ekonomi,masalah ekonomi adalah masalah pilihan alokasi sumber daya yang langka. Ilmu ekonomi akan senantiasa bermanfaat, selama masalah yang dihadapi adalah alokasi sumber daya yang langka. Sumber daya yang tidak langka tidak perlu dibicarakan dalam ilmu ekonomi. Udara segar di pedesaan, seperti dicontoh kan tadi, tidak perlu dibicarakan dalam ilmu ekonomi.


Udara segar belum menjadi barang ekonomi (economic goods). Sebab untuk memperolehnya tidak dibutuhkan pengorbanan (biaya). Udara segar di pedesaan adalah barang bebas (free goods). Sebaliknya udara segar di kota-kota industri di -Jepang telah menjadi barang ekonomi. Udara segar sudah langka, sehingga untuk memperolehnya dibutuhkan pengorbanan. Pads saat itulah udara segar relevan dibicarakan dalam ilmu ekonomi.

Namun sebagaimana ilmu-ilmu lainnya, ilmu ekonomi hanyalah alas untuk mema¬hami dan menganalisis keadaan yang dihadapi. Karena realitasnya begitu kompleks, maka perlu penyederhanaan. Dalam ilmu ekonomi, penyederhanaan itu terlihat dari penyederhanaan masalah-masalah yang dihadapi.

a.    Apa Yang Harus Diproduksi dan Berapa Banyak?

produksi berupa barang dan jasa adalah basil transformasi berbagai faktor produksi. Barang dan jasa memberikan kegunaan/manfaat bagi pernakai /konsurnen. Pertanyaan apa yang harus diproduksi bermakna barang apa yang harus disediakan? Berapa banyak agar kesejahteraan masyarakat meningkat.

b. Bagaimana Memproduksinya?

Setelah memutuskan barang dan jasa apa saja yang harus diproduksi, pertanyaan berikut adalah, "Bagaimana memproduksinya?" Metode dan teknologi apa yang digu¬nakan dalam proses produksi? Ilmu ekonomi memandang teknologi sebagai faktor penting dalam proses produksi. Namun manfaat teknologi tidak ditentukan oleh tingkat kecanggihan. Teknologi tinggi bukan satu-satunya pilihan. Sebab banyak faktor yang harus dipertimbangkan, seperti Skala produksi, kemampuan manajemen, iklim, kemampuan financial dan sikap mental. pilihan teknologi yang digunakan sebaiknya dikaitkan dengan faktor-faktor di atas. Agar teknologi yang dipilih menghasilkan tingkat efisiensi paling besar.

c. Untuk Siapa Barang dan jasa Diproduksi?

pertanyaan ini berdimensi keadilan dan pemerataan. Sebab apa gunanya produksi melimpah karma menggunakan teknologi tinggi, berskala besar dan efisien, bila hanya dinikmati segelintir anggota masyarakat saja? Keputusan untuk siapa barang dan jasa diproduksi berkaitan erat dengan konsep keadilan masyarakat bersangkutan. Bagi masyarakat egaliter, keadilan setiap individu memperoleh jumlah yang sama. Sedangkan masyarakat utilitarian tidak terlalu mementingkan keadilan dalam jumlah. Jumlahnya silakan berbeda, yang penting apakah sesuai dengan kebutuhan atau tidak.

Baca Selengkapnya ....